Share

Keris Desa Wisata Aeng Tong-Tong Jadi Souvenir G20, Begini Keunikannya!

Ahmad Haidir, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 406 2599861 keris-desa-wisata-aeng-tong-tong-jadi-souvenir-g20-begini-keunikannya-V8cssAQAjJ.jpg Keris Desa Wisata Aeng Tong-Tong (dok Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno memulai visitasi ke 50 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi melalui pengembangan desa agar tercipta lapangan kerja dan mendorong kebangkitan ekonomi.

Desa Wisata Aeng Tong-tong yang berada di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura menjadi desa pertama yang dikunjungi Menparekraf Sandiaga, Selasa (24/5/2022). Untuk diketahui pada tahun 2014, desa ini dinobatkan oleh UNESCO sebagai satu-satunya desa wisata dengan empu keris terbanyak di dunia.

 infografis

"Ini akan menorehkan sejarah karena perjalanan 50 desa wisata terbaik desa wisata Indonesia bangkit, saya mulai langkah pertamanya di Kabupaten Sumenep. Hari ini saya sangat kagum dan melihat potensi yang luar biasa," ucap Menparekraf Sandiaga.

Potensi ini tidak lepas dari jejak sejarah yang membekas pada produk seni kriya tersebut. Pasalnya, keris telah hadir sejak abad ke-19 dan menjadi senjata pamungkas para prajurit kala itu, yang hingga kini keris masih terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Aeng Tong-tong.

Karena keindahan seni serta nilai sejarahnya itu, Sandiaga pun berencana menjadikan keris Desa Aeng Tong Tong sebagai suvenir delegasi yang hadir pada salah satu side event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Namun dikarenakan keterbatasan waktu pembuatan, maka suvenir keris ini hanya dibuat sebanyak 20 buah untuk masing-masing negara.

"Keris ini akan menjadi suvenir yang akan ditampilkan, salah satunya untuk perhelatan G20. Ini merupakan penghargaan kami kepada negerinya para empu," ucap Menparekraf Sandiaga.

"Tadi saya juga sudah berkoordinasi dengan Bupati, karena keris ini butuh waktu pembuatan yang tidak sebentar, mungkin karena ada 20 negara jadi kita pesan 20 dulu untuk salah satu perhelatan G20, tapi nanti mungkin disesuaikan supaya bisa dibawa sebagai suvenir yang tidak merepotkan dan memberatkan dan tidak dilarang ketika naik pesawat," jelasnya.

Pembuatan keris memang memakan waktu yang cukup lama, antara satu hingga enam bulan untuk satu keris. Hal ini pun tergantung dari ukuran dan motif yang dibentuk. Untuk panjang keris di Pulau Madura sendiri normalnya antara 37 - 38 cm.

Proses pembuatan keris sendiri mulai dari pemilihan besi, lalu penempaan, pembentukan bilah, kinatah (ukir besi jika keris ukir), warangka (pembuatan sarung keris yang terbuat dari kayu), terakhir mewarangi atau campuran cairan arsenikum dengan air jeruk nipis yang dioleskan atau dicelupkan ke keris.

"Pembuatan keris ini menandakan dinamika kehidupan masyarakat. Bahwa kita mulai dari ditempa, diukir, dibengkok-bengkokkan, akhirnya menjadi produk yang membanggakan bagi bangsa," timpal Menparekraf Sandiaga bijak.

Menurut keterangan salah satu pengrajin keris, Mas Hafeni, dikarenakan proses pembuatan yang cukup lama, maka dalam sebulan sekitar 5 - 7 keris yang terjual. "Produk keris kami ini juga sudah kami ekspor ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Taiwan. Karena hanya orang-orang tertentu saja yang tertarik dan paham akan produk keris ini," katanya.

Desa Wisata Aeng Tong-tong sendiri memiliki galeri khusus keris yang menjadi ruang untuk menampilkan produk-produk keris. Di sana juga ditampilkan keris dari para leluhur yang telah berusia 300 tahun. Tidak hanya itu saja, galeri ini juga diperuntukkan sebagai tempat berkumpulnya para empu, kolektor, hingga pemerhati keris.

Yang menarik dari Desa Wisata Aeng Tong-tong terdapat ritual pencucian keris dan ziarah kubur kepada leluhur empu yang disebut dengan ‘Penjamasan Keris’. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pesta rakyat yang menampilkan kesenian tradisional seperti saronen dan macopat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini