Share

Hengkang, Starbucks Tutup 130 Gerai di Rusia

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 26 Mei 2022 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 406 2599893 hengkang-starbucks-tutup-130-gerai-di-rusia-oKVe06aAok.png Ilustrasi Starbucks (dok Freepik)

STARBUCKS mengumumkan akan menghentikan seluruh kegiatan operasinya di Rusia.

Dengan keputusan itu, Starbucks akan menutup 130 cafe mereka dan Starbucks tidak akan lagi memiliki merek di pasar negara beruang merah tersebut.

Rantai penjual kopi, yang menghentikan operasinya pada awal Maret setelah invasi Ukraina pada akhir Februari, mengaku akan "keluar" dari Rusia dan "tidak lagi memiliki merek di pasar".

infografis

"Kami akan terus mendukung hampir 2.000 mitra celemek hijau di Rusia, termasuk pembayaran selama enam bulan dan bantuan bagi mitra untuk bertransisi ke peluang baru di luar Starbucks," kata perusahaan itu, seperti dikutip dari AFP.

Langkah ini mengikuti tindakan serupa yang minggu lalu oleh diambil oleh merek raksasa Amerika Serikat (AS) lainnya, McDonald's, yang memiliki kehadiran lebih besar di negara itu sejak periode menjelang akhir Perang Dingin.

Merek-merek AS berada di bawah tekanan untuk memutuskan hubungan dengan Rusia di tengah kecaman internasional atas invasi Ukraina. Dunia internasional memang sangat mengecam invasi Rusia ke Ukraina yang dianggap tak memiliki alasan kuat.

Starbucks telah berada di Rusia selama 15 tahun. Dalam acara investor Desember 2010, para eksekutif menyoroti negara itu sebagai pasar utama yang sedang berkembang untuk merek tersebut, bersama dengan China, Brasil, dan India.

Starbucks sendiri tidak mengungkapkan dampak keuangan dari keluarnya perusahaan tersebut dari tanah Rusia.

Saham Starbucks naik 0,5 persen menjadi USD73,76 pada Senin pagi. Sementara McDonald's sempat menyatakan, keluarnya mereka akan menghasilkan biaya satu kali sebesar USD1,2 miliar hingga USD1,4 miliar.

Pada hari Kamis lalu, jaringan tersebut mengatakan telah mencapai kesepakatan untuk menjual bisnisnya di Rusia kepada pengusaha Rusia Alexander Govor, pemegang lisensi McDonald's.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini