Share

Jelajah Bangunan Kuno dan Gereja #DiIndonesiaAja

Karina Asta Widara , Jurnalis · Kamis 26 Mei 2022 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 25 2600669 jelajah-bangunan-kuno-dan-gereja-diindonesiaaja-Ui7WxStirj.jpg Gereja Imannuel, Kota Semarang (Foto: wonderfulimage/Azhari Setiawan)

Perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar cukup panjang. Sebelum merdeka, Indonesia pernah mengalami masa penjajahan selama bertahun-tahun oleh sejumlah bangsa. Meskipun demikian, era kolonialisme Belanda, Inggris, dan Portugis pada masa lampau memberikan peninggalan bangunan lawas di sejumlah daerah di Indonesia.

Bangunan bersejarah ini banyak yang semula merupakan kantor-kantor pemerintahan, bank, pusat dagang atau bisnis, dan tempat ibadah berupa gereja. Ya, gereja. Banyak gereja di Indonesia merupakan bangunan peninggalan era kolonial. Biasanya gereja dan bangunan kuno peninggalan zaman penjajahan lainnya terpusat di satu area tertentu atau berlokasi di pusat kota.

Jika penasaran, destinasi #DiIndonesiaAja yang memberikan pesona keindahan arsitektur kuno, Anda bisa mendapatkan rekomendasi dengan follow akun instagram @pesona.indonesia dan cek melalui website indonesia.travel. Ada banyak informasi dan referensi bagi Anda yang ingin menjelajah destinasi wisata dan menyukai produk ekonomi kreatif yang ada #DiIndonesiaAja. Selain banyak informasi dan rekomendasi, akun instagram @pesona.indonesia membagikan hadiah berupa merchandise Wonderful Indonesia dan uang tunai jutaan rupiah lewat digital activity Pesona Punya Kuis (PUKIS) yang diadakan 2 minggu sekali di setiap bulannya. Jadi, jangan sampai ketinggalan, ya!

Mari kita intip beberapa kota besar di Indonesia yang terkenal dengan bangunan kuno dan gerejanya.

1. Jakarta

 

(Foto : Instagram @uncle_garrylommy)

Wisata historis di Jakarta yang cukup kondang adalah Kota Tua. Anda bisa menemukan banyak bangunan kuno yang masih berdiri megah dan kokoh sampai sekarang. Di antaranya adalah Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Fatahillah, Museum Bahari, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Stasiun Kereta Jakarta Kota, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Kawasan Kali Besar.

Banyak bangunan peninggalan era kolonial di Kota Tua yang difungsikan sebagai museum. Namun, ada pula yang difungsikan sebagai restoran atau dibiarkan kosong. Soal bangunan gereja, mungkin kita hanya mengenal Gereja Katedral Jakarta. Namun, di area Kota Tua pun terdapat gereja kuno yang masih digunakan sampai sekarang, yaitu GPIB Immanuel.

Area Kota Tua memang cukup luas. Banyak sudut menarik untuk menjadi lokasi foto. Namun, berjalan-jalan di Kota Tua hingga ke tiap sudutnya mungkin sedikit melelahkan. Siasatnya, Anda bisa berkunjung saat pagi atau sore hari saat cuaca relatif teduh. Atau bisa juga dengan menyewa sepeda untuk berkeliling di sekitar kawasan Kota Tua untuk menikmati keindahan bangunan peninggalan masa lalu.

2. Semarang

 

Singgah di Kota Semarang belum afdal rasanya kalau tidak mengunjungi Gereja Blenduk yang merupakan bangunan tua sarat sejarah yang menjadi salah satu ikon kota Semarang. (Foto: Barry Kusuma)

Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah, telah lama dikenal wisatawan sebagai destinasi yang memiliki berbagai bangunan kuno. Anda bisa menemukan bangunan-bangunan kuno yang masih terawat baik dan berdiri kokoh. Meskipun sebagian bangunan kuno telah kosong, ada pula bangunan kuno yang juga beralih fungsi menjadi toko-toko atau kafe.

Salah satu bangunan kuno yang cukup ternama di Semarang adalah Gereja Blenduk. Gereja ini mudah dikenali berkat bentuk atapnya yang berbentuk kubah lengkung, atau dalam istilah Bahasa Jawa disebut blenduk. Dari sinilah sebutan Gereja Blenduk berasal.

Karena masih dalam kondisi yang sangat baik, gereja yang dibangun pada tahun 1753 ini digunakan sebagai tempat ibadah sampai sekarang. Meskipun demikian, Anda pun masih bisa menyempatkan diri berfoto di sekitaran gereja kuno ini ketika mengunjungi Kota Lama.

3. Bandung

 

Gereja Bethel, Bandung (Foto : Instagram @rintocarlitoz)

Jika mengunjungi Bandung, Braga-lah yang dikenal sebagai kawasan yang dipenuhi bangunan-bangunan lawas. Anda bisa menemukan jajaran toko-toko yang dibangun sejak puluhan tahun lalu. Sebagian bangunan di Braga dialih fungsikan sebagai hotel, kafe, atau toko, tetapi juga ada yang dibiarkan kosong dan tertutup.

Kawasan Braga hingga kini masih terawat dengan baik. Area jalan utama masih tertata rapi dan bersih. Di beberapa titik pada bagian area trotoarnya juga terdapat sejumlah kursi dan bangku. Anda pun bisa duduk-duduk santai di sini sambil menikmati suasana Braga.

Namun, tidak hanya Braga. Sebetulnya, bangunan peninggalan era kolonial bertebaran cukup banyak di berbagai area di Bandung. Jika berkeliling kota Bandung, Anda bisa menemukan rumah-rumah peninggalan Belanda, hotel bergaya art deco, dan sejumlah gereja.

Cukup banyak gereja kuno yang bisa ditemukan di Bandung. Gereja yang paling mudah dikenali adalah Gereja Katedral Santo Petrus yang berlokasi di Jalan Merdeka, tidak jauh dari kawasan Braga. Selain itu, masih ada Gereja Bethel (gereja Kristen), Kapel Santo Borromeus (gereja kecil Katolik), dan sebagainya.

4. Yogyakarta

 

Gereja Bintaran (Foto : Instagram @sedulurberbudaya)

Kota Gudeg ini juga memiliki area dengan berbagai bangunan kuno. Lokasinya cukup strategis, yaitu di Titik Nol Kilometer, atau masih dalam kawasan Malioboro dan berlokasi di depan Keraton Yogyakarta.

Anda bisa menemukan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Gedung Bank BNI, dan Benteng Vredeburg, yang semuanya merupakan bangunan kuno yang masih difungsikan hingga saat ini. Lokasinya pun berdekatan sehingga memudahkan untuk mengunjunginya.

Soal gereja kuno, Anda bisa menemukan Gereja Santo Yusup Bintaran dan Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji. Gereja Bintaran masih mempertahankan bentuk bangunan lamanya yang memiliki atap serupa kubah yang memanjang. Sementara itu, Gereja Kidul Loji telah banyak mengalami pemugaran sehingga tampilannya lebih kekinian.

Terkait dengan perayaan hari Kenaikan Isa Al-Masih, Anda pun bisa berwisata ke sejumlah gereja kuno di beberapa kota untuk menikmati keindahan bangunannya. Jika tidak beribadah di sana, Anda bisa berfoto di depannya.

Alasannya sederhana. Tidak hanya bangunan pusat pemerintahan atau hotel yang menjadi bangunan cagar budaya. Bangunan-bangunan gereja pun banyak yang masuk dalam kategori bangunan cagar budaya yang perlu dirawat karena telah berusia puluhan, bahkan ratusan tahun. Sebagai wisatawan, kita pun perlu menjaga kondisi bangunan dengan tidak mengotori dan tidak merusak bangunan kuno karena bernilai historis tinggi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga menuturkan bahwa wisata yang berbasis heritage (peninggalan masa lalu atau bangunan kuno) dapat membuka peluang ekonomi masyarakat.

“Jadi, gedung-gedung lama yang rusak harus diperbaiki dan dipertahankan. Wisatawan bisa foto-foto, dan ternyata nilai ekonominya cukup besar,” ungkap Sandiaga dalam kunjungannya di Semarang awal tahun ini.

 

Benteng Belgica, Maluku Tengah (Foto : dispar.malukuprov.go.id)

Jika petualangan Anda dalam berwisata historis belum berhenti di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta, lanjutkanlah untuk menelusuri sudut kuno lain #DiIndonesiaAja. Sebagai contoh, jika Anda berniat untuk mengunjungi benteng-benteng kuno, ada banyak pilihan yang bisa dituju. Di antaranya, Benteng Marlborough di Bengkulu, Benteng Vastenburg di Solo, Benteng Rotterdam di Makassar atau Benteng Belgica di Maluku Tengah. Jangan lupa, sempatkan #BeliKreatifLokal untuk oleh-oleh dan mencicipi kuliner saat berwisata di kota-kota tersebut, ya! Dijamin liburan Anda makin berkesan.

Berwisata di kawasan kota yang memiliki bangunan kuno memang menyuguhkan pengalaman yang berbeda. Namun, tetap ingat di kota manapun Anda berada saat berwisata #DiIndonesiaAja untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar wisata Anda nyaman dan aman.

(CM)

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

(Wid)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini