Share

Arab Saudi Izinkan Alkohol demi Pariwisata? Begini Faktanya

Muhaimin, Jurnalis · Sabtu 28 Mei 2022 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 406 2601087 arab-saudi-izinkan-alkohol-demi-pariwisata-begini-faktanya-tS5gBEnunW.jpg Ilustrasi traveling (dok. Freepik)

ARAB Saudi tidak berencana untuk mencabut larangan menyajikan alkohol untuk membuka diri ke dunia dan untuk mempromosikan industri pariwisata. Jawaban tegas itu disampaikan Asisten Menteri Pariwisata Putri Haifa binti Mohammad.

Putri Haifa mengatakan Kerajaan Arab Saudi, tempat kelahiran Islam, tidak akan bergerak untuk mengubah undang-undang yang melarang alkohol. Menurutnya, dengan pembatasan itu, Arab Saudi telah menarik wisatawan dari seluruh dunia.

“Arab Saudi sangat transparan tentang posisinya dalam segala hal, kami sangat jelas,” katanya dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, seperti dikutip Gulf News.

infografis

“Jawaban singkatnya adalah kami akan melanjutkan hukum kami saat ini.”

Putri Haifa menjawab pertanyaan di sesi panel tentang laporan bahwa menyajikan alkohol dapat diizinkan di NEOM, sebuah mega-proyek futuristik Saudi.

“Kami telah mengungguli secara global dalam pariwisata dengan apa yang saat ini kami tawarkan hari ini,” imbuh Putri Haifa.

“Ada banyak hal yang harus dilakukan tanpa memperkenalkan sesuatu yang baru,” paparnya.

“Prioritas industri perjalanan dan pariwisata dari perspektif pemerintah adalah mengapa kami berhasil melakukannya dengan baik selama pandemi dan pulih,” kata dalam panel bertajuk "Saudi Arabia Outlook".

Arab Saudi telah membuat lompatan 10 tanda dari level pra-pandemi dalam edisi terbaru WEF Travel and Tourism Development Index yang diterbitkan awal pekan ini. Kerajaan itu berada di peringkat 34 di antara lebih dari 100 negara untuk pembangunan, keberlanjutan, dan ketahanan dalam industri.

Pada 2019, Arab Saudi meluncurkan skema visa baru yang bertujuan menarik wisatawan asing ke kerajaan sebagai bagian dari rencana untuk mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada minyak. Visa turis instan diperoleh secara online atau pada saat kedatangan di bandara Saudi.

Sistem ini merupakan bagian dari Visi 2030, rencana ambisius Saudi yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi negara. Tujuan pra-coronavirus Arab Saudi adalah untuk menarik 100 juta pengunjung setiap tahun pada tahun 2030.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini