Share

Viral Sopir Wisata Mengeluh Diwajibkan Pakai Jasa Jip di Kaliurang, Akhirnya Pilih Ajak Turis ke Bantul

Erfan Erlin, Jurnalis · Minggu 29 Mei 2022 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 549 2601608 viral-sopir-wisata-mengeluh-diwajibkan-pakai-jasa-jip-di-kaliurang-akhirnya-pilih-ajak-turis-ke-bantul-lsuasPJ41G.jpg

VIRAL keluhan wisatawan terkait wisata di Kaliadem kompleks objek wisata Kaliurang, Kabupaten Sleman kembali muncul. Seorang sopir kendaraan sewaan menulis curhat di laman Facebook Info Cegatan Jogja. Awak media berusaha mengkorfirmasu penggunggah curhatan tersebut. Pemilik akun facebook Rendy Ndoank, Rendi Kurnia mengakui mengunggah status tersebut.

Dia merupakan warga Kota Jogja mengaku prihatin dengan kondisi ini. Rendi mengaku peristiwa tidak mengenakkan tersebut ia alami ketika sedang mengantar wisatawan asal Bengkulu. Ia mengantar wisatawan ke sejumlah objek wisata, salah satunya berkunjung ke Bunker Kaliadem di Kepuharjo, Cangkringan.

"Tadi, Kamis (26/5/2022). Saya antar tamu ke Kaliadem," kata dia.

infografis

Rendi mengaku untuk tujuan pertama ia mengajak wisatawannya jalan-jalan di kawasan Tlogo Putri. Setelah puas di Tlogo Putri, ia bergeser dengan mengajak mereka ke Bunker Kaliadem untuk menyaksikan bekas-bekas erupsi Merapi 2010.

Usai dari Tlogo Putri, ia kemudian berencana naik ke Kali Ade. Namun ketika kurang 1,7 kilometer (km) sebelum bunker, ia dicegat seorang laki-laki. Lelaki tersebut memaksa wisatawan yang ia bawa untuk naik jip wisata.

"Saya dicegat oleh seorang bapak-bapak, pakai kalung, usianya sekitar 50 tahun. Kalau cuma menawarkan jip tidak masalah. Tapi dia memaksa supaya naik jip," ujarnya.

Awalnya ia menolak lelaki tersebut. Namun lelaki tersebut justru memaksanya supaya memarkir mobil yang ia kendarai di tempat tersebut. Lelaki tersebut mengatakan bila rombongan ingin melanjutkan perjalanan ke Bunker Kaliadem, maka harus menyewa jip atau sewa ojek sepeda motor.

"Kami diminta naik jip atau ojek motor dengan ongkos Rp50.000 per orang," kata dia.

Rendi mengaku sempat menanyakan alasan lelaki tersebut memaksa mereka parkir. Bukannya menjawab, lelaki tersebut tetap memaksa untuk memarkir mobil yang ia bawa. Sementara wisatawan yang ia bawa enggan naik jip atau sepeda motor karena kondisinya hujan. Karena paksaan tersebut, Rendi urung pergi ke Bunker Kali Adem dan memilih balik arah. Sesampai di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Kaliadem ia mencoba menanyakan peristiwa yang menimpanya tersebut.

"Saya tanya ke petugas apakah naik jip itu wajib? Tetapi, petugas yang ditanya justru menjawab kurang mengetahui kebijakan. Penumpang saya sudah kecewa. Akhirnya pergi wisata ke Parangtritis, Bantul," kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono mengaku langsung mengambil langkah menyusul keluhan di media sosial tersebut. Ia langsung melakukan komunikasi dengan Lurah, Panewu dan Kapolsek setempat. Ia menandaskan kendaraan wisatawan baik mobil maupun motor tidak ada larangan sampai ke Bunker Kaliadem, selagi situasi Merapi aman.

"Dinas Pariwisata Sleman tidak akan menoleransi dan tidak segan mengambil langkah tegas. Karena kejadiannya sudah beberapa kali berulang dan oknum yang melakukan sama. Harapannya dikomunikasikan di tingkat wilayah, agar lebih manjur,"ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini