Share

Dear Traveler, China Mulai Longgarkan Pembatasan di Beijing dan Shanghai

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2022 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 406 2602951 dear-traveler-china-mulai-longgarkan-pembatasan-di-beijing-dan-shanghai-Kzd73aQjk9.png Ilustrasi kota (dok Freepik)

OTORITAS Beijing mulai melonggarkan pembatasan COVID-19 di sejumlah daerah berisiko rendah di ibu kota China itu pada Minggu 29 Mei 2022, agar masyarakat bisa kembali hidup normal.

Pembukaan kembali sebagian toko dan kantor di Beijing disambut oleh penduduk yang lelah dan pemilik toko yang berjuang untuk hidup kembali normal.

Ditambah dengan pelonggaran pembatasan secara bertahap di Shanghai, itu menandakan bahwa yang periode terburuk di kota-kota besar di China akibat wabah telah berakhir.

Beijing mengizinkan taman umum, pusat kebugaran, dan bioskop dibuka kembali pada hari Minggu, semuanya dengan kapasitas 50%. Sebagian Tembok Besar di bagian pedesaan Beijing, sekitar 60 kilometer dari pusat kota, dibuka kembali untuk pengunjung pada hari Senin 30 Mei 2022.

infografis

Juru bicara kota, Xu Hejian, mengatakan pada Sabtu kemarin bahwa kasus sporadis masih ditemukan di beberapa distrik, tetapi mereka berada dalam kisaran yang dapat dikendalikan.

“Putaran wabah ini telah dikendalikan secara efektif,” katanya seperti dikutip dari AP.

Meski begitu, restoran di Beijing tetap tutup kecuali untuk takeout dan pengiriman. Sedangkan warga China di Shanghai masih hanya bisa keluar dengan tiket khusus dan untuk jangka waktu terbatas, bahkan ketika jumlah kasus baru menurun drastis.

Follow Berita Okezone di Google News

Penguncian dan pembatasan lain di bawah strategi "nol-COVID" China semakin membuat frustrasi penduduk ketika mereka melihat negara-negara lain melonggarkan dan membuka kembali perbatasan mereka.

Beberapa warga telah menolak dan melakukan aksi protes di kompleks apartemen serta asrama universitas, di negara otoriter di mana orang berpikir dua kali untuk berbicara di depan umum karena menimbang segala akibatnya.

Para pejabat China cenderung bertindak hati-hati daripada mengambil risiko di bawah sistem yang siap menghukum mereka karena lemahnya penegakan hukum jika wabah berkobar atau kembali.

China mencatat 293 kasus baru pada hari Sabtu, 78 di antaranya di antara orang-orang yang datang dari luar negeri. Shanghai memiliki kasus non-impor terbanyak, dengan 122, dan Beijing memiliki 21. Kasus itu muncul dalam populasi lebih dari 20 juta orang di kedua kota.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini