Share

Mengenal Tradisi Sekte Aghori di India Makan Mayat dan Setubuhi Wanita Menstruasi

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2022 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 406 2603332 mengenal-tradisi-sekte-aghori-di-india-makan-mayat-dan-setubuhi-wanita-menstruasi-qT3fqxKP3E.jpg Warga suku Aghori di India (Quartz India)

TRADISI Sekte Aghori di India makan mayat salah satu tradisi ekstrem. Praktik kanibalisme dilakukan untuk mendapatkan tingkat spritualitas dan meraih kekuatan supernatural. Warga Aghori juga punya tradisi aneh lainnya. Apa saja?

Melansir dari laman qrius, di antara kepercayaan-kepercayaan yang ada di India menciptakan berbagai kultus dan praktik dalam subdivisi atau sub kelompok. Setiap sub kelompok memiliki kepercayaan, ritual, dewa, yang mengatur cara hidup mereka sendiri.

 BACA JUGA: Mengenal Tradisi Memanjangkan Telinga Suku Dayak, Identitas Bangsawan hingga Simbol Kecantikan Wanita

Salah satu kultus yang paling ditakuti sekaligus dihormati adalah Aghori sadhus. Para penyembah dewa Siwa dan Dewi Kali ini dikaitkan dengan ritual pasca-kematian dan kegiatan kremasi. Cara hidup mereka dan praktik keagamaan para sadhu ini sering dianggap buruk dalam usaha untuk mendapatkan tingkat spiritualitas yang lebih tinggi.

Gaya hidup sadhu yang aneh telah membuat masyarakat umum semakin bingung dan ketakutan.

Para sadhu ini juga memiliki motif untuk praktik mereka, yang dalam banyak hal, tidak sesuai dengan kepercayaan umat Hindu lainnya. Mereka percaya bahwa Siwa adalah segalanya dan segalanya adalah Siwa; bahwa setiap Tuhan lain hanyalah manifestasi dari Tuhan Yang Esa.

Mereka utamanya menyembah Bhairava: Bentuk Siwa yang terkait dengan kematian. Banyak penyimpangan ritual pemujaan Hindu diluar standar seperti mencari pencerahan dan peningkatan spiritual dan tidak mempraktikkan penyembahan berhala, sebaliknya mengandalkan meditasi dan kombinasi alkohol dan ganja untuk melatih konsentrasi yang lebih besar.

Mereka mengklaim bahwa penggunaan narkoba membawa mereka ke 'tingkat spiritual' yang berbeda, yaitu satu langkah lebih dekat kepada Tuhan.

 BACA JUGA: Mengenal Tradisi Ekstrem Suku Naulu, Kepala Manusia Dijadikan Mas Kawin

Aghori hidup di pinggiran masyarakat dan memilih untuk bertempat tinggal dengan kondisi cuaca ekstrim, seperti gurun, gua, pegunungan di Himalaya. Di kota-kota suci seperti Varanasi, yang merupakan titik pusat upacara suci, mereka tinggal di kuburan. Mereka memilih untuk hidup dekat dengan orang mati.

Aghori sadhus dikenal karena praktik aneh seperti praktek melakukan tindakan seksual dengan menyetubuhi wanita yang sedang menstruasi di tengah kuburan dan mengolesi abu manusia di sekujur tubuh mereka. Semua ritual ini dilakukan hanya dengan satu tujuan, yakni memeluk apa yang dianggap masyarakat 'kotor' untuk mencapai tingkat spiritual Tuhan dan memberi para sadhus ini kekuatan gaib, yang memungkinkan mereka mempraktikkan ilmu hitam.

Desas-desus paling luas tentang Aghoris adalah kanibalisme. Mereka diketahui memancing mayat dari badan air dan memakan daging manusia. Mereka percaya bahwa ini memberi mereka spiritualitas dan kekuatan supernatural. Mereka juga dikenal karena penggunaan alkohol dan obat-obatan rekreasional seperti ganja dan mariyuana.

Seorang penulis turis, yang pernah bertemu dengan seorang pendeta Aghori, melaporkan bahwa dia diberitahu bahwa sadhu itu mengonsumsi ramuan alkohol, ganja, dan abu manusia, meminumnya langsung dari tengkorak manusia.

 Ilustrasi

Disisi lain, Aghori sebenarnya menjalani kehidupan yang cukup sederhana dan lugas, terlepas dari praktik abnormal mereka. Jika seorang Aghori sadhu membawa kebencian dalam dirinya, dia akan memakan apa yang dia benci. Jika dia merasa kejam, dia akan berlatih meditasi untuk belajar melepaskan kekerasan itu.

Aghoris juga dikenal karena praktik pengobatannya. Proses penyembuhan mereka terdiri dari pemurnian. Banyak orang datang ke sadhus ini untuk mengobati penyakit. Pasien-pasien ini percaya bahwa Aghoris dapat mengobati mereka dengan mentransfer kesehatan ke tubuh mereka. Ini dikenal sebagai bentuk “penyembuhan transformatif”.

Tradisi dan gaya hidup Aghori yang aneh inilah yang membuat orang banyak menjadi takut, namun menghormati mereka. Terlepas dari diet dan ritual kanibalistik yang melibatkan orang mati, suku Aghori memiliki motif yang sama dalam praktik mereka, yaitu mencari Tuhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini