Share

Festival Qi Xi di China, Legenda Cinta Terlarang si Gembala Sapi dengan Gadis Surga

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 406 2603802 festival-qi-xi-di-china-legenda-cinta-terlarang-si-gembala-sapi-dengan-gadis-surga-AuY8Z0F2Tx.jpg Festival Qi Xi di China (China Daily)

FESTIVAL Qi Xi di China adalah salah satu festival tradisional yang dikenal sebagai Hari Valentinenya China. Festival ini sudah dirayakan sejak era Dinasti Han dan digelar pada hari ketujuh bulan ketujuh dalam kalender China.

Pada tahun ini, Festival Qi Xi jatuh pada 4 Agustus mendatang. Menariknya, festival ini juga diselenggarakan sebagai bentuk perayaan dari cerita rakyat China kuno tentang gadis penenun dan gembala sapi.

 BACA JUGA:Mengenal Tradisi Memanjangkan Telinga Suku Dayak, Identitas Bangsawan hingga Simbol Kecantikan Wanita

Pasalanya, kisah cinta mereka tidak direstui oleh ibu dari sang gadis, sehingga mereka dipisahkan. Tetapi akhirnya pasangan itu disatukan kembali, hanya satu kali dalam setahun pada hari ketujuh bulan tujuh. Bagaimana kisahnya? Simak selengkapnya berikut ini.

Alkisah ada seorang gembala sapi muda, miskin, tapi baik hati bernama Niulang, dan seekor lembu tua. Sapi itu sebenarnya pernah menjadi dewa ternak, tetapi diturunkan derajatnya karena telah melanggar hukum surga. Niulang pernah menyelamatkan lembu yang sedang sakit.

 

Untuk menunjukkan rasa terima kasihnya, lembu tua pun membantu Niulang berkenalan dengan Zhinu (seorang peri, putri ketujuh seorang dewi dan Kaisar Giok) ketika dia melarikan diri dari kehidupannya yang membosankan di surga untuk mencari kesenangan di bumi.

Zhinu kemudian jatuh cinta dengan Niulang dan mereka menikah tanpa sepengetahuan dewi. Niulang dan Zhinu hidup bahagia bersama. Niulang bekerja di ladang, sementara Zhinu menenun di rumah. Setelah beberapa tahun berlalu, mereka dikaruniai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan.

 BACA JUGA:Mantap! Kuliner Bandung Masuk Makanan Tradisional Terbaik di Asia Versi TasteAtlas

Namun, Dewi Surga (ibu Zhinu) mengetahui bahwa Zhinu, seorang gadis peri, telah menikah dengan manusia biasa. Sang dewi pun sangat marah dan mengirim tentara surgawi untuk membawa Zhinu kembali. Tentu saja Niulang sangat sedih ketika mengetahui istrinya dibawa kembali ke surga.

Kemudian lembunya meminta Niulang untuk membunuhnya dan menyembunyikannya, sehingga dia bisa naik ke surga untuk mencari istrinya. Sambil menangis sedih, dia membunuh lembu itu, mengenakan kulitnya, dan membawa kedua anaknya yang tercinta ke surga untuk menemukan Zhinu.

Tepat sebelum dia menyusul Zhinu, dewi surga mencabut jepit rambutnya dan menciptakan sungai besar di antara mereka. Mereka pun dipisahkan selamanya oleh sungai yang kemudian dikenal sebagai Bima Sakti. Patah hati, Niulang dan anak-anaknya hanya bisa menangis tersedu-sedu.

Namun, kekuatan cinta mereka rupanya mampu menggerakkan semua burung murai untuk mengasihani mereka. Burung murai tersebut terbang ke surga untuk membentuk jembatan di atas sungai, sehingga Niulang dan Zhinu bisa bertemu di jembatan murai.

Melihat kekuatan cinta yang indah itu, hati sang dewi pun ikut tergerak oleh cinta mereka. Sehingga, dia mengizinkan mereka bertemu di jembatan murai pada hari itu setiap tahun, yakni hari ketujuh bulan lunar ketujuh.

Itulah mengapa festival Qi Xi dijadikan momentum bagi para pasangan untuk mengekspresikan cinta mereka, yang biasanya dilakukan dengan memberikan serangkaian hadiah. Layaknya pasangan pada umumnya, hadiah dalam bentuk liburan romantis hingga menghabiskan waktu bersama adalah opsi yang tipikal untuk dipilih.

 Ilustrasi

Pada malam Qi Xi, seulas hiasan Berangkai biasanya diletakkan di halaman rumah dan wanita yang belum atau sudah baru menikah dalam rumah tangga akan menghidangkan persembahan yang terdiri dari buah-buahan, bunga-bunga, teh dan bedak muka kepada Niulang dan Zhinu.

Setelah persembahan itu, separuh bedak tersebut ditaburkan pada atap rumah dan separuh lagi dibagi antara wanita-wanita lain. Dipercaya bahwa dalam praktik ini wanita-wanita diabadikan dengan kecantikan bersama Zhinu.

Satu lagi tradisi unik di malam Qi Xi, para gadis muda dipersilahkan melempar jarum jahitan kedalam sebuah mangkuk yang penuh diisi air sebagai ujian keterampilan menyulam. Jika jarum itu terapung, dipercaya bahwa gadis itu memang mahir menyulam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini