Share

Festival Awa Odori Jepang, Pertunjukan Tarian Rakyat Merayakan Kembalinya Roh Leluhur

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 406 2603807 festival-awa-odori-jepang-pertunjukan-tarian-rakyat-merayakan-kembalinya-roh-leluhur-0F8h9fz05K.jpg Festival Awa Odori Jepang (japan-guide.com)

FESTIVAL Awa Odori Jepang merupakan salah satu event tari terbesar dan paling terkenal di Negeri Sakura. Festival ini biasanya diadakan saat musim panas pada pertengahan Agustus, guna menandai periode Obon, periode yang diyakini jiwa-jiwa para leluhur yang telah tiada kembali ke dunia.

Melansir dari Japan Guide, Festival Awa Odori berasal dari Kota Tokushima, Provinsi Tokushima, di selatan Pulau Shikoku. Namun, tarian ini juga ditampilkan di beberapa wilayah lainnya di Jepang, seperti di Tokyo.

 BACA JUGA: BACA  Festival Kanamara Matsuri, Festival Penis Paling Meriah di Jepang

Festival tari Awa Odori sendiri sudah diselenggarakan sejak 400 tahun yang lalu, dan menjadi salah satu dari 3 matsuri terbesar di Shikoku. Tari Awa sering dikatakan berasal dari gerakan tari disertai pengucapan doa agama Buddha.

Penari Awa menari dalam kelompok-kelompok yang disebut ren sambil berpawai di jalan-jalan. Tarian mereka kemudian diiringi lagu populer dari zaman Edo yang berjudul Yoshikono menggunakan alat musik shamisen, perkusi (taiko dan tsuzumi), genta (kane), dan flute (yokobue).

Pada siang hari, tarian terkendali yang disebut Nagashi dilakukan, tetapi pada malam hari para penari beralih ke tarian hiruk pikuk yang disebut Zomeki. Seperti yang disarankan oleh lirik nyanyinya, penonton akan didorong untuk bergabung dengan tarian.

 BACA JUGA: Ragam Tradisi Unik Waisak di Dunia, Warna-Warni Lampion Hiasi Langit

Para wanita mengenakan jubah katun yang disebut yukata dan topi anyaman (amigasa) yang hampir menutupi wajah bagian atas, serta alas kaki yang digunakan adalah sandal dari kayu yang disebut geta. Sementara para pria mengenakan setelan happi (hanten) dengan celana pendek disebut Hanten Odori (tari hanten).

Pria bisa juga mengenakan yukata dengan kain yukata di bagian kaki diangkat ke bagian pinggang, sehingga celana pendek yang dikenakan terlihat. Bila mengenakan yukata, maka tarian tersebut disebut Yukata Odori (tari Yukata). Biasanya, para pria menggunakan uchiwa berupa kipas bundar dan tenugui atau sapu tangan panjang sebagai perlengkapan menari mereka.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pria dan wanita menari dalam gaya yang berbeda. Penari wanita menari dengan posisi tubuh tegak dan tangan yang digerak-gerakkan di atas kepala. Sementara para pria menari dengan pinggul direndahkan, serta gerakan tangan dan kaki yang dinamis.

Kelompok-kelompok menari melalui area penonton yang ditunjuk (enbujo) saat festival berlangsung. Meskipun langkah tariannya sederhana, ren membedakan diri mereka dengan variasi yang sulit dan seragam yang berwarna-warni.

 Ilustrasi

Pada awal tarian dan seterusnya, seorang penari akan meneriakkan "Yattosa!" dengan yang lain menjawab "A, yatto, yatto!". Hal ini diyakini berasal dari istilah dialek Nagoya "Yattokame" yang berarti "Sudah lama, apa kabar?"

Di distrik Suginami-ku, Tokyo, tari Awa diselenggarakan kuil Koenji bersama pusat perbelanjaan di dekatnya. Pengunjung yang ingin ikut berpartisipasi dalam Awa Odori di Tokushima diperbolehkan bergabung dengan kelompok Niwaka Ren, tanpa perlu mendaftar dan tidak dipungut biaya. Kepopuleran Awa Odori telah menyebar di seluruh Jepang dan festIvalnya telah diadakan dimana-mana pada musim panas. (sal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini