Share

Mau Liburan Akhir Pekan? Yuk Jelajahi Pulau Curiak, Belajar tentang Bekantan dan Tanam Buah Rambai

Antara, Jurnalis · Jum'at 03 Juni 2022 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 408 2604153 mau-liburan-akhir-pekan-yuk-jelajahi-pulau-curiak-belajar-tentang-bekantan-dan-tanam-buah-rambai-8CiDr7Yg2b.jpg Wisata Alam di Pulau Curiak (dok ANTARA)

KUNJUNGAN wisatawan ke kawasan wisata alam minat khusus di Pulau Curiak Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan mengalami peningkatan. Wisata itu bisa memberikan pengalaman berbeda yang tak sekadar menikmati alam.

"Kunjungan ke kawasan Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala yang jadi habitat bekantan semakin ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman wisata berbeda," kata Pendiri Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Amalia Rezeki di Banjarmasin.

Menurut Amel, sapaan akrab Amalia Rezeki, wisatawan minat khusus merupakan potensi besar yang perlu dikembangkan. Tak hanya dari segi peningkatan ekonomi masyarakat setempat, namun edukasi yang bagus untuk setiap pengunjung.

infografis

Karena itu, Amel bersama Tim SBI dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) didukung pemerintah daerah serta sektor lainnya berkomitmen mengembangkan wisata minat khusus tanpa mengganggu keberlangsungan kehidupan satwa dan tumbuhan yang ada di dalamnya.

Dalam wisata minat khusus itu, wisatawan yang berkunjung akan diajak menyusuri sungai menggunakan perahu mengelilingi pulau yang dihuni bekantan dan satwa lainnya. Bekantan merupakan maskot fauna Kalimantan Selatan.

Setelah itu, wisatawan bisa melakukan turun bibit pohon rambai dengan mencebur ke sungai. Buah rambai merupakan makanan bekantan dan mangrove rambai pula yang menjaga keseimbangan ekosistem di perairan Sungai Barito itu.

Wisatawan juga bisa ikut wisata alam petik buah di Muara Kanoco yang ditumbuhi aneka buah khas lahan basah. Salah satunya maskot flora Kalimantan Selatan, yaitu buah kasturi.

"Mari kita jaga alam tetap lestari sembari menikmatinya sebagai objek wisata dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat tanpa meninggalkan kearifan lokal warga pesisir sungai," kata Amel.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini