Share

Sandiaga Uno Melihat Potensi Pengembangan Wisata Religi di Desa Kubah Basirih Banjarmasin

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 04 Juni 2022 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 04 406 2605403 sandiaga-uno-melihat-potensi-pengembangan-wisata-religi-di-desa-kubah-basirih-banjarmasin-58bt3Ku14K.jpg Menparekraf Sandiaga Uno (dok Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, Desa Wisata Kubah Basirih di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memiliki potensi wisata religi yang sangat besar namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan salah satunya kebersihan agar desa wisata ini semakin berkualitas.

"Saya sangat bersyukur bahwa kita bisa hadir di sini di destinasi wisata religi desa wisata yang akan menjadi unggulan," kata Sandiaga dalam keterangan resminya saat dalam kunjungannya ke Desa Wisata Kubah Basirih, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Desa Kubah Basirih yang berada di dekat bibir Sungai Martapura terdapat makam seorang ulama bernama Al Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim atau yang dikenal dengan Habib Basirih.

Maka tidak heran jika Kubah Basirih menjadi objek wisata ziarah yang sangat diminati wisatawan. Selain wisata ziarah, wisata susur sungai juga menjadi daya tarik tersendiri, karena Kalimantan memang terkenal dengan sebutan negeri seribu sungai.

Menurut Sandiaga, Kubah Basirih memberikan suatu sensasi. Ia melihat bahwa hal ini harus dikunjungi, jika ingin memberikan penghormatan. Pada kesempatan itu, Menparekraf pin ikut berziarah di makam tersebut beserta keluarganya.

infografis

"Tadi kita juga mendapatkan kesempatan berziarah di makam beliau dan keluarganya. Mudah-mudahan beliau dan semua dzuriatnya diberikan keberkahan serta rezeki yang melimpah, karena beliau semasa hidupnya sudah memberikan begitu banyak ilmu, tapi begitu beliau pergi tetap mendatangkan berkahnya bagi kita," tuturnya.

Habib Hamid Basirih masih memiliki keturunan atau dalam bahasa resapannya "dzuriat" dengan Nabi Muhammad SAW, sebagai generasi ke-31. Ia menghembuskan nafas terakhir di usia 90 tahun, tepatnya pada tahun 1946.

Tidak berselang lama setelah kepergian beliau, keluarga Habib Basirih memutuskan membangun Kubah Basirih sebagai bentuk legacy atau penghormatan kepada beliau atas ilmu-ilmu yang diberikan.

Bangun kubah Habib Basirih sendiri didominasi warna hijau dan putih. Bentuk bangunan yang mengelilingi makam Habib Basirih berbentuk segi enam. Menyiratkan enam rukun iman dalam Islam.

Lebih lanjut, tepat di sekitar Kubah Habib Basirih terdapat makam-makam keluarga Habib Basirih. Menariknya, di sana terdapat sebuah kolam yang dulunya difungsikan sebagai sumur oleh Habib Basirih.

Kemudian air kolam tersebut dipercaya memiliki khasiat oleh masyarakat. Para peziarah juga menggunakan air kolam sebagai air wudhu mereka.

"Ada yang datang kesini salah satunya mereka ingin berwudhu di kolam itu, padahal kami sudah menyiapkan tempat wudhu, tapi orang-orang tetap maunya berwudhu di kolam. Kadang juga mereka mengambil airnya untuk keperluan mandi," kata Ketua Pokdarwis Desa Wisata Kubah Basirih, yang juga merupakan cicit dari Habib Basirih, Husin Luthfie.

"Jadi, orang yang sakit katanya dimandiin pake air ini ya alhamdulillah sembuh. Sebetulnya benar atau tidak itu balik lagi ke tiap individu yah, tergantung kepercayaan masing-masing," tambahnya.

Ia juga mengatakan, kunjungan wisatawan per hari bisa mencapai antara 5 hingga 10 ribu orang. Biasanya peziarah berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan juga Pulau Jawa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini