Share

Candi Borobudur Jadi Laboratorium Konservasi Cagar Budaya Internasional, Pemerintah Siapkan Rp6,8 Triliun

Ahmad Haidir, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 05 406 2605789 candi-borobudur-jadi-laboratorium-konservasi-cagar-budaya-internasional-pemerintah-siapkan-rp6-8-triliun-xnxODlmc0V.jpg Candi Borobudur (dok ANTARA)

PEMERINTAH terus melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan sektor pariwisata tanah air. Terbaru, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa Candi Borobudur akan ‘disulap’ menjadi sebuah kawasan laboratorium konservasi cagar budaya kelas dunia.

"Sambatan dalam Bahasa Jawa yang berarti gotong royong adalah prinsip yang kami pakai untuk bersama-sama mengembangkan konsep Candi Borobudur sebagai laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional," ungkap Luhut dalam unggahannya di akun Instagram @luhut.pandjaitan, Sabtu (4/6/2022).

“Saya kembali menekankan sinergi antara konservasi dan pariwisata melalui mekanisme “single authority agency”, sehingga Borobudur bukan hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, tetapi juga destinasi wisata berkualitas,” tegasnya.

Untuk mencapai tujuan itu, sejumlah langkah pun dilakukan seperti misal membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di Borobudur hingga pengoperasian bus listrik sebagai kendaraan untuk wisatawan.

 infografis

"Semua penataan Borobudur dicanangkan selesai pada 2024. Presiden Jokowi sudah perintahkan itu dan budget terakhir Rp6,8 triliun untuk penataan ini semua, masalah tanah dibereskan, masalah penempatan dibereskan, dan masalah lampu kabel tidak lagi di atas," jelas Luhut.

“Dengan menggunakan kendaraan listrik dan EBT, saya rasa akan semakin mempertegas komitmen Indonesia dalam penggunaan energi ramah lingkungan.” tandasnya.

Luhut pun menyebut bahwa kebijakan itu ditempuh sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam penerapan prinsip ekonomi biru, hijau, dan sirkular yang telah dicanangkan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Salah satu tindak lanjut dari upaya tersebut adalah kebijakan terkait pembatasan jumlah wisatawan yang mengunjungi Candi Borobudur per harinya, menaikkan harga tiket masuk hingga mengharuskan turis untuk menggunakan tour guide dari warga setempat.

“Langkah ini kami lakukan semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya Nusantara, sehingga Borobudur bukan hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, tetapi juga destinasi wisata berkualitas,” tegasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini