Share

Tradisi Unik Manten Kucing di Tulungagung untuk Minta Hujan

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 05 406 2605801 tradisi-unik-manten-kucing-di-tulungagung-untuk-minta-hujan-b3uT9xMmyN.jpg Tradisi Manten Kucing di Tulungagung (dok Budaya Indonesia)

TERDAPAT tradisi unik manten kucing di Tulungagung di Jawa Timur yang jarang diketahui. Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki keanekaragaman kebudayaan. 

Seperti tradisi yang ada di negara lain, tradisi yang ada di Indonesia juga unik. Salah satunya adalah tradisi manten kucing di Tulungagung, Jawa Timur. Bukan semata-mata untuk menikahkan kucing, namun tradisi ini memiliki makna yang tersirat.

infografis

Tradisi budaya yang berada di Desa Pelem, Kecam atau Campurdarat, Kabupaten Tulungagung ini termasuk tradisi masyarakat untuk meminta diturunkannya hujan, ketika musim kemarau panjang. Sehingga simbolisasi Manten Kucing ini adalah ritual untuk meminta hujan.

Dalam prosesnya, mulanya warga desa menyiapkan ubo rampe atau persiapan untuk mengadakan upacara Manten Kucing. Kemudian dilanjut dengan kirab kucing Condromowo yang diletakkan di dalam keranji.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Adapun kucing yang dimaksud dalam prosesi ini adalah kucing berwarna putih dan hitam, yang terdiri dari kucing lanang (jantan) dan kucing wadon (perempuan).

Saat kirab , kucing lanang lan wadon berada di barisan paling depan sendiri. Setelah itu diikuti oleh para sesepuh dan tokoh desa yang menggunakan pakaian khas adat Jawa.

Setelah sampai di Telaga Coban, kucing Condromowo dimandikan secara bergantian, sebelum ditemukan layaknya manten manusia.

Kucing Condromowo tersebut dimandikan dengan air telaga yang dicampur dengan kembang setaman.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini