Share

Tiket Naik ke Candi Borobudur Rp750.000, Pengamat: Memang Pengunjung Dapat Apa?

Antara, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 406 2606266 tiket-naik-ke-candi-borobudur-rp750-000-pengamat-memang-pengunjung-dapat-apa-3dCb5Qk2oM.JPG Candi Borobudur (Instagram/@fi_angel)

ANALIS Pariwisata, Azril Azahari turut mengomentari ikhwal wacana pemberlakuan tarif baru naik ke Candi Borobudur yang disuarakan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Semula harga tiket Rp50.000 direncanakan bakal meroket hingga Rp750.000 untuk wisatawan domestik.

Azril menilai, kebijakan kenaikan harga hingga pembatasan jumlah pengujung 1.200 orang per hari tersebut tidak masuk akal dan tidak memiliki kajian ilmiah yang belum autentik.

“Pertama membatasi pengunjung ke Borobodur, pertanyaannya kenapa 1.200 (orang), apakah sudah ada riset? mungkin kurang dari itu, detail atau hasil risetnya tidak ada yang dinyatakan alasannya oleh Pak Menko Luhut,” kata Azril kepada MNC Portal, Senin, 6 Juni 2022.

Candi Borobudur
(Foto: Instagram/@candiborobudur)

Sementara, soal harga tiket untuk naik ke Candi Borobudur bagi turis lokal menurutnya tidak tepat. Pasalnya, dengan tarif semahal itu tidak sebanding dengan apa yang didapatkan pengunjung di atas candi.

“Sekarang bayarnya mahal Rp750.000 memang sih kelestarian budaya. Tapi itu sangat tidak tepat, (harga naik) dari 50 sampai 750 (ribu) layanan yang diterima oleh pengunjung apa saja? Beda misalnya di negara lain misalnya Mesir masuk piramida itu dulu saya ke Mesir. Ada pertunjukan ada yang bisa saya tonton, ada kualitas,” tambahnya.

Jika alasannya untuk konservasi lanjut Azril, itu tak dibenarkan karena hal tersebut telah dibiayai dan diurus oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

“Dananya itu sudah cukup besar, ada Badan TWC atau badan otoritas Borobudur yang mengurusi taman wisata Candi Borobudur maupun Prambanan jadi sebenarnya itu sudah diurusi,” ujarnya.

“Sekarang apa yang didapat kalau misal bayar Rp750.000?. Itu sebanding apa tidak? Jadi, ini juga masih belum masuk akal. Kalau dengan harga yang lama cukup kenapa harus dinaikkan? Kalau pembatasan kan bisa dibatasi lewat online bukan masalah uangnya, kalau sebanding ya oke,” tutup Azril.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini