Share

Tradisi Unik Pria Lompat Banteng Tanpa Pakaian, Bisa Menikah Sesukanya

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 12 Juni 2022 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 406 2609422 tradisi-unik-pria-lompat-banteng-tanpa-pakaian-bisa-menikah-sesukanya-J2koMHB9uO.jpg Suku Hamar di Ethiopia (thisisafrica.com)

SUKU Hamar di Ethiopia punya tradisi unik pria lombat banteng tanpa pakaian. Ritual ini wajib dilakukan pria untuk menunjukkan tanda kedewasaannya dan ingin menikahi wanita pujaan hatinya. Pria Hamar diizinkan menikah sebanyak yang ia mau asal mampu. Syaratnya harus dengan wanita dari suku itu juga. 

Selain itu, ritual lompat banteng juga sekaligus menguji keberanian anak-anak muda yang beranjak dewasa dan tanda sudah siap membina rumah tangga.

Jika mampu melewati lompat banteng, maka itu pertanda pemuda tersebut sudah bisa menaklukkan rasa takutnya dan sanggup membangun keluarga sendiri. 

Untuk itu tantangan melompati banteng ini merupakan pelajaran yang perlu dipelajari untuk menjadi pria dewasa, yakni dengan mengalahkan hewan tersebut.

Biasanya ritual ini biasanya dilakukan pada Oktober atau November. Suku Hamar mengklaim, ritual yang dilakukannya ini sudah ada sejak tiga abad silam.

Setelah mereka berhasil melewati banteng, dilanjutkan dengan ritual selanjutnya yaitu mencambuk wanita yang akan dinikahinya.

Jika ditanya rasanya seperti apa, tentunya Anda sendiri sudah hisa membayangkan, betapa perihnya cambukan itu.

 BACA JUGA: Mengenal Festival Kumbh Mela, Ritual Penghapusan Dosa Umat Hindu

Sampai punggung wanita yang dicambuk berbekas, bahkan tak sedikit mengeluarkan darah. Semakin keras cambukan maka bisa dilihat seberapa besar rasa cintanya.

Supaya mengatasi sakitnya rasa cambukan itu, sebelumnya para wanita itu akan mengolesi punggungnya dengan minyak terlebih dahulu. Maka saat cambuk melayang ke kulitnya, ini menurutnya akan mengurangi rasa sakit.

Apabila wanita sudah melewati ritual tersebut, maka dari pihak pria baru boleh menikahi wanita yang telah dicambuknya itu.

Selain itu, bekas cambukan itu juga sebagai penanda bahwa sebelumnya wanita tersebut masih perawan atau belum pernah menikah. Rata-rata pria suku Hamar sendiri lebih memilih menikahi gadis.

 ilustrasi

Sebagaimana diketahui Suku Hamar banyak mendiami lembah Omo di ujung barat daya Ethiopia. Populasinya mencapai 25 ribu orang lebih. Keseharian mereka adalah mengembala ternak dan bertani. (sal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini