Share

Pelabuhan HarbourFront Singapura Dibuka, Batam Bersiap "Banjir" Wisatawan

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 12 Juni 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 11 406 2609731 pelabuhan-harbourfront-singapura-dibuka-batam-bersiap-banjir-wisatawan-1unf6EsfrY.jpg Pelabuhan HarbourFront Singapura (Visit Singapore)

PEMERINTAH Kota Batam, Kepulauan Riau bersiap hadapi lonjakan wisatawan mancanegara seiring dibukanya kembali Pelabuhan HarbourFront Singapura pada 15 Juni 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan pihaknya menggelar Rapat Koordinasi bersama CIQP (Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina, serta Syahbandar) dan pengelola pelabuhan, Jumat lalu.

"Ada beberapa catatan penting terkait persiapan pembukaan Pelabuhan HarbourFront Singapura, diantaranya terjadinya lonjakan jumlah penumpang Batam-Singapura dan sebaliknya akibat dari dibukanya kembali rute HarbourFront ke seluruh terminal feri internasional di Batam,โ€ kata Ardiwinata di Batam.

โ€œDengan jadwal yang lebih padat dibandingkan dengan sekarang yang hanya dari pelabuhan Tanah Merah Singapura saja," lanjutnya seperti dilansir dari ANTARA, Minggu (12/6/2022).

Ilustrasi

Menurut Ardiwinata, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dipandang perlu untuk segera menambah jumlah personil, terutama pada front line yang terhubung untuk memproses QR Scan, sekaligus membantu wisman mengakses aplikasi PeduliLindungi.

"Karena tidak semua wisman mengerti dengan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu kebersihan di sekitar lokasi pelabuhan juga perlu menjadi perhatian untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan," ujar dia.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan beberapa usulan, di antaranya Visa on Arrival (VOA) ditiadakan dan digantikan dengan bebas visa kunjungan (BVK) atau Visa Exemption dan Visa Exemption diusulkan tidak terbatas kepada wisatawan dari sembilan negara Asean saja tetapi juga kepada 169 negara lainnya. Sebagaimana dilakukan Pemerintah RI sebelum pandemi COVID-19.

Lanjut Ardiwinata, pada tanggal 15 Juni tersebut dirinya akan menyambut wisman yang datang ke Batam yang akan diwarnai dengan penampilan musik Melayu.

"Kita akan tampilkan musik Melayu sebagai cara memuliakan tamu dalam hal ini menyambut kedatangan wisman ke Batam," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ardi juga mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) No.1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.

Perda tersebut diantaranya berisikan anjuran untuk menggunakan pakaian adat melayu, memperdengarkan musik dan lagu daerah melayu dan menghidangkan makanan khas Melayu di pelabuhan, hotel, restoran, pengelola bandara, dan pusat perbelanjaan.

"Apapun yang kita lakukan dalam pariwisata tetap mengedepankan kebudayaan. Bukan hanya kebudayaan Melayu saja, tetapi seluruh budaya Indonesia namun payungnya adalah kebudayaan Melayu," kata Ardiwinata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini