Share

Kisah Mistis di Balik Pohon Keramat yang Dipanjat Bule Australia di Bali

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 406 2610471 kisah-mistis-di-balik-pohon-keramat-yang-dipanjat-bule-australia-di-bali-XkYqpB8Xkt.JPG Bule Australia panjat pohon beringin keramat di Tabanan, Bali (Foto: Ist)

SEORANG turis asing kembali bikin ulah di Bali. Kali ini, pria asal Australia bernama Samuel Lockton, dicokok polisi lantaran nekat memanjat pohon besar yang dikeramatkan di wilayah Tabanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, Samuel memanjat pohon beringin di Pura Dalem Prajapati Banjar Dadakan, Desa Adat Kelaci Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Pohon beringin dalam kawasan pura yang dipanjat Samuel tersebut merupakan pohon yang dianggap sakral, suci dan dikeramatkan.

Bendesa Adat Kelaci Kelod, I Gusti Made Astawa menjelaskan, pohon beringin ini tumbuhnya di luar Pura atau di areal setra (kuburan).

Bule Australia Diinterogasi Polisi
(Samuel Lockton diinterogasi polisi, Foto: Polres Tabanan)

Pohon dikeramatkan lantaran di bawahnya terdapat patung Pancadatu atau patung pengulun setra berwujud celuluk. Bahkan pohon ini tumbuh dari bagian lengan kanan patung.

"Awalnya pohon ini tumbuh dari atas kepala. Kemudian warga mencabut agar tidak merusak patung. Beberapa tahun kemudian muncul lagi di lengan kanannya. Sejak itu masyarakat tidak berani lagi mencabut," ungkap I Gusti Made Astawa.

Astawa menambahkan, patung celuluk ini dibuat sekitar tahun 1970 silam. Kemudian pohon tumbuh dari atas kepala sekira tahun 1980.

"Sekarang patung itu sudah terbalut akar pohon beringin ini. Maka dari itu pohon saat ini dikeramatkan," kata dia.

Mengutip laman Nusa Bali, Desa Adat Kelaci Kelod, Banjar Dakdakan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan akan menggelar upacara pembersihan secara niskala di sekitar pohon yang dipanjat bule asal Australia, Samuel Lockton.

Upacara dengan sarana banten Prayascita dan Tebasan Durmanggala itu dilaksanakan hari ini Senin (13/6/2022) pukul 11.00 Wita. Rencananya Samuel pun akan hadir dengan didampingi pihak imigrasi.

Made Astawa berujar bahwa sesuai dengan kesepakatan bersama prajuru dan petunjuk niskala, setelah Samuel memanjat pohon keramat itu, diputuskan bahwa warga desa adat akan menggelar upacara pembersihan menggunakan sarana banten Prayascita dan Tebasan Durmanggala.

"Maknanya untuk pembersihan secara niskala," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini