Share

Begini Prosesi Ritual Rambu Solo, Tradisi Pemakaman Suku Toraja

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Selasa 14 Juni 2022 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 406 2610798 begini-prosesi-ritual-rambu-solo-tradisi-pemakaman-suku-toraja-k8iEfufrdB.jpg Rambu Solo, tradisi pemakaman suku Toraja (foto: team2art.wordpress.com)

MASYARAKAT suku Toraja di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan punya tradisi khusus pemakaman anggota keluarganya. Ritual itu bernama Rambu Solo.

Rambu Solo dilaksanakan sebagai penghormatan terakhir bagi mereka yang telah pergi selama-lamanya. Jika tradisi ini belum terlaksana hingga tuntas, warga Toraja percaya orang meninggal belum sepenuhnya pergi.

Sebelum Rambu Solo selesai dilaksanakan, mereka masih terus mempelakukan mayat seperti orang sakit. Seperti misalnya dibiarkan terbaring di tempat tidur serta disediakan makanan dan minuman.

BACA JUGA: Mengenal Tradisi Ma'Nene dan Tradisi Mayat Berjalan di Tana Toraja, Penghormatan pada Leluhur

Nama lain dari Rambu Solo adalah Aluk Rampe Matampu. Upacara adat ini dilakukan ketika matahari mulai tergelincir alias terbenam. Sinar matahari yang meredup diartikan sebagai rasa duka usai orang terkasih tutup usia.

Upacara Rambu Solo cukup memakan biaya yang tak sedikit. Setiap melaksanakan prosesi adat tersebut, diharuskan menyembeli kerbau, babi, dan waktu pelaksanaan pun cukup lama. Ini lah mengapa biaya yang dikeluarkan ekstra banyak.

 ilustrasi

Tarian kematian di Toraja (MPI/Jufri)

Tingkatan

Ada beberapa tingkatan atau strata sosial dalam masyarakat. Upacara Rambu Solo pun terbagi sesuai dengan tingkatan tersebut.

1. Dissili' , pemakaman untuk strata terendah serta anak-anak yang belum punya gigi

BACA JUGA: Mengenal Ritual Pa'semba Toraya, Wisata Olahraga Baru di Tana Toraja

2. Dipasangbongi , diperuntukan bagi rakyat biasa dan dilakukan dalam satu malam

3. Dibatang atau Digoya Tedong , untuk kalangan bangsawan menengah. Pelaksanakan upacara dibagi 3 jenis dan jumlah kurban babi mulai dari 3 sampai 7 ekor.

4. Rapasan, untuk kalangan bangsawan tinggi. Upacara ini dilaksanakan dua kali dalam setahun yakni Aluk Pia dan Aluk Rante. Jumlah babi atau sapi yang dikurbankan mulai dari 9 sampai 100 ekor.

Prosesi Rambu Solo

 

Secara garis besar, upacara Rambu Solo terbagi atas dua prosesi yakni Rante (pemakaman) dan pertunjukan kesenian. Keduanya tidak terpisahkan.

Rante dilaksankan di tengah area rumah ada Tongkonan. Adapun prosesi Rambu Solo sendiri terdiri dari empat bagian yaitu ,

1. Ma'Tudan Mebalun , mayat dibungkus kafan oleh To Mebalun atau To Ma'kayo atau petugas khusus yang menangani proses tersebut.

 ilustrasi

2. Ma'Roto , peti jenazah dihias benang perak dan emas.

3. Ma'Popengkalo Alang , jenazah diturunkan ke lumbung dan disemayamkan.

4. Ma'Palao atau Ma'Pasonglo , jenazah diantar dari Tongkonan ke Lakkian atau area pemakaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini