Share

Kaji Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur, Sandiaga: Kami Melibatkan Banyak Pihak

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 406 2610901 kaji-kenaikan-harga-tiket-candi-borobudur-sandiaga-kami-melibatkan-banyak-pihak-65R6HFLpyB.jpg Menparekraf Sandiaga Uno (Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa pemerintah menunda menaikkan harga tiket masuk ke area stupa Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, karena masih perlu mengkaji ulang dengan melibatkan berbagai pihak.

Sebelumnya tiket masuk ke area stupa Candi Borobudur direncanakan naik jadi Rp750 ribu per orang untuk wisatawan dan USD100 bagi turis asing. Tapi, kenaikan harga tiket terpaksa ditunda setelah derasnya kritik dari masyarakat.

 BACA JUGA:Perbandingan Harga Tiket Borobudur dengan Situs UNESCO Lain, Taj Mahal Paling Ramah bagi Wisatawan Lokal

"Dapat kami sampaikan, pemerintah menunda rencana kenaikan harga tiket naik ke area stupa (Candi Borobudur)," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (13/6/2022).

 

Menurut Sandiaga, pengkajian harga tiket Candi Borobudur melibatkan berbagai pihak termasuk dari Taman Wisata Borobudur dan Balai Konservasi Borobudur. Kajian itu nanti akan menentukan berapa besaran tiket naik ke atas Candi Borobudur.

 BACA JUGA:Andai Naik Candi Borobudur Harus Bayar Rp750 Ribu, Turis Akan Pilih Makan Enak dan Belanja!

"Kami akan melibatkan semua pihak. Kenapa? Karena kita ingin keputusan nanti berpihak kepada, pertama konservasi menjaga kelangsungan, dan juga menjaga kelestarian dari Candi Borobudur. Berpihak kepada rakyat khususnya perkonomian yang baru menggeliat di sekitar kawasan Borobudur," tuturnya.

Sandiaga mengatakan, pihaknya tak ingin tidak berempati kepada masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Khususnya bagi mereka yang mencari nafkah di kawasan wisata Candi Borobudur itu.

Menurutnya, Kemenparekraf akan terus menyiapkan langkah-langkah bersama pihak terkait, seperti dunia usaha untuk menciptakan travel pattern atau pola-pola perjalanan hingga pola-pola kegiatan.

 ilustrasi

Selain itu, termasuk di dalamnya juga mengundang pihak investasi di bidang museum tiga dimensi. Sehingga nantinya, bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memutuskan untuk tidak naik ke atas stupa Candi Borobudur.

"Tapi bisa di pelataran dan bisa merasakan sensasi membaca relief demi relief candi Borobudur tersebut karena ini sangat mengandung kearifan lokal yang dimiliki bangsa kita," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini