Share

Sejarah Gedung Pakuan Bandung, Tempat Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz Disemayamkan

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 408 2610440 sejarah-gedung-pakuan-bandung-tempat-jenazah-emmeril-kahn-mumtadz-disemayamkan-Ux9sjyAIbI.JPG Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat (Foto: Instagram/@cimahipeugeotcommunity)

ISAK tangis warga mengiringi kedatangan jenazah putra sulung Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil, yakni Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Minggu malam.

Rombongan mobil iringan jenazah Eril tiba di Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat Minggu malam sekira pukul 19.48 WIB. Peti jenazah Eril yang tiba di Pendopo Gedung Pakuan Negara Kota Bandung, tak pelak mengundang isak tangis para pelayat.

Bicara soal Gedung Pakuan, Bandung, tempat disemayamkannya jenazah Eril, bangunan ini dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Ch.F. Pahud karena pemindahan ibu kota Karesidenan Priangan dari Cianjur ke Bandung.

Namun, pemindahan ibu kota karesidenan itu baru dapat dilaksanakan oleh Residen Van der Moore pada tahun 1864, setelah Gunung Gede meletus dan menghancurkan Kota Cianjur. Mulai dibangun pada tahun 1864 sampai selesai pembangunannya pada tahun 1867.

Infografis Bendungan Engehalde

Mengutip Wikipedia, selama pembangunan Gedung Pakuan (1864-1867), telah dikerahkan sejumlah anggota Genie Militair Belanda, yang dibantu oleh R.A. Wiranatakusumah yang dikenal dengan sebutan Dalem Bintang. R.A. Wiranatakusumah merupakan Bupati Bandung ke-8 yang memerintah antara tahun 1846-1874.

Ia mengerahkan penduduk dari kampung Babakan Bogor (sekarang Kebon Kawung) dan Balubur Hilir yang kini terletak di depan kediaman resmi Panglima Kodam III Siliwangi di Bandung. Atas jasa tersebut, penduduk yang terlibat dalam pembangunan tersebut dibebaskan dari pajak.

Gaya bangunan

Gedung Pakuan berarsitektur Indische Empire Stijl yang anggun monumental serta sangat digemari oleh Jenderal Herman Willem Daendels. Bangunan tersebut dirancang oleh Insinyur Kepala dari Departement van Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W) atau DPU sekarang, yang menjadi staf dari Residen Van der Moore, Insinyur itu pula yang merancang bangunan Sakola Raja yang saat ini menjadi Kantor Polwiltabes Bandung pada tahun 1866.

Sejak zaman Hindia Belanda, gedung ini telah menjadi tempat persinggahan orang penting, tamu resmi dan tokoh dunia. Tamu penting internasional yang pernah berkunjung ke sini di antaranyaRaja Siam Chulalongkorn pada (1901), Perdana Menteri Prancis Georges Clemenceau (1921), Charlie Chaplin dan Mary Pickford pada tahun 1927, hingga Sri Ratu Belanda, Juliana beserta Pangeran Bernhard pada tahun 1971.

Saat Konferensi Asia Afrika berlangsung di Kota Kembang pada tahun 1955, sejumlah tokoh, pimpinan negara-negara Asia Afrika juga sempat singgah untuk beristirahat di Gedung Pakuan. Di antara mereka adalah Perdana Menteri Birma, U Nu, Perdana Menteri Srilangka, John Kotelawala

Perdana Menteri Pakistan, Mohammad Ali Bogra, Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser, Pangeran Norodom Sihanouk dari Kamboja, Perdana Menteri RRC, Zhou Enlai hingga PM India, Jawaharlal Nehru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini