Share

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Investasi Teknologi Penting demi Cegah Krisis Sektor Parekraf

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2022 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 406 2611918 wamenparekraf-angela-tanoesoedibjo-investasi-teknologi-penting-demi-cegah-krisis-sektor-parekraf-bNkSW5tjYB.JPG Wamenparekraf RI, Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf RI)

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pentingnya investasi di bidang teknologi dalam mengelola krisis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan begitu percepatan pemulihan ekonomi tanah air dapat terwujud.

Selain itu, Angela juga menekankan, ketika berbicara mengenai krisis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, semua perlu memahami konteks dari krisis itu sendiri.

Hal ini karena jenis krisis beragam mulai dari krisis alam, buatan manusia, ekonomi, politik, terorisme, hingga perubahan iklim.

Anegela juga menyebut, terdapat dampak dan risiko krisis ini dapat mengganggu jalannya kegiatan pariwisata, bahkan membuat industri ini mundur selama beberapa tahun.

"Jadi ketika kita berbicara tentang teknologi apa yang harus kita investasikan untuk meningkatkan ketahanan pariwisata, saya percaya kita harus mulai berinvestasi dalam pencegahan krisis. Karena pencegahan lebih baik daripada penyembuhan atau pemulihan ketika krisis itu datang," katanya saat menghadiri acara UNWTO Ministerial Roundtable on Tourism Resilience through Innovation and Digitalization in Asia and the Pacific di CROSSROADS Maldives.

Lebih lanjut, investasi di bidang teknologi ini dapat berupa sistem peringatan dini terhadap krisis alam di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif. Selain itu juga perlu adanya pembangunan infrastruktur yang kokoh dan kuat guna mengantisipasi potensi bahaya.

"Tentu saja, teknologi platform komunikasi terintegrasi untuk dapat menyebarluaskan informasi secara efektif dalam menghadapi keadaan darurat," ujarnya.

Dalam menghadapi krisis perubahan iklim, Angela juga menjelaskan, bahwa Kemenparekraf telah bekerja sama dengan pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi baru yakni aplikasi carbon footprint calculator dan offsetting untuk para wisatawan. Guna mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Program carbon footprint calculator (CFPC) merupakan upaya Kemenparekraf dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah dihasilkan, dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak buruknya pada iklim.

"Sehingga traveler bisa memilih untuk bepergian dengan lebih bertanggung jawab saat berkunjung ke Indonesia. Kami juga melakukan investasi teknologi lainnya untuk mengurangi penyebab bencana, seperti energi bersih, transportasi hijau, ekowisata, dan pengelolaan sampah," tambahnya.

Selain itu, kata Angela, Kemenparekraf juga mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri agar bisa masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital. Karena seperti yang diketahui bersama, pandemi Covid-19 membuat mobilitas masyarakat jadi terbatas, kegiatan perdagangan pun sempat terhenti.

Salah satu solusi untuk keluar dari krisis tersebut dengan mengandalkan digitalisasi yang berkembang sangat pesat di tengah pandemi. Dan pelaku usaha mau tidak mau harus mampu memanfaat peluang ini.

"Hingga saat ini, kami telah berhasil melakukan on boarding 18,5 juta pelaku UMKM ke platform digital. Sehingga mereka dapat memperluas pasar mereka secara lokal, nasional, dan internasional. Dan ini penting bagi Indonesia karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, dan teknologi dapat membantu mereka dengan efisiensi," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini