Share

Melebur Kulon Progo dengan Modernisasi ala Hotel Bintang 4+, Seperti Apa Jadinya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 406 2612425 melebur-kulon-progo-dengan-modernisasi-ala-hotel-bintang-4-seperti-apa-jadinya-9Op4WLAKaw.JPG Salah satu kamar hotel di Kulon Progo, DIY (Foto: MNC Portal/Muhammad Sukardi)

KULON PROGO memang belum sepopuler Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tapi, kabupaten paling barat Yogyakarta yang kini sudah memiliki Bandara bertaraf Internasional itu punya 'harta karun' yang luar biasa.

Keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki Kulon Progo tak bisa Anda temukan di wilayah lain. Mulai dari spot wisata yang menawarkan pengalaman tak terlupakan, makanan khas nan lezat, hingga alamnya yang begitu indah memanjakan mata.

Meski punya potensi yang teramat besar, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito memastikan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri untuk bisa membesarkan Kulon Progo. Itu kenapa program Nusa Brata lahir dengan konsep kolaborasi.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri untuk membesarkan Kulon Progo, karena itu butuh dukungan dari pihak-pihak lain baik dari pemerintahan maupun swasta," terang Joko kepada MNC Portal.

Terbukanya pintu kolaborasi ini yang coba ditangkap oleh General Manager Grand Dafam Signature International Airport Yogyakarta (GDSIAY) Hengky Tambayong. Kolaborasi itu dihadirkan secara nyata di hotel bintang 4+ pertama yang ada di Kulon Progo tersebut.

Hotel Bintang 4 Kulon Progo

Berdasar pengalaman langsung MNC Portal, hotel tersebut secara sengaja ingin membawa pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Itu sudah terasa sejak di lobi dengan hadirnya joglo yang memperindah sisi-sisi bangunan.

Selanjutnya, kesan rumah juga terasa dari hangatnya pemilihan warna dan juga aroma. Tak berhenti di situ, hotel ini bahkan menyisipkan detail di banyak tempat terkait dengan Kulon Progo.

"Anda bisa temukan bentuk geblek, makanan khas Kulon Progo di karpet, tatakan kayu gelas di kamar, bahkan lukisan di dinding kamar. Tak hanya itu, motif batik Kulon Progo juga tersaji manis di beberapa sudut hotel," kata Hengky.

Keterlibatan Kulon Progo di dalam terciptanya hotel GDSIAY ini pun terlihat di kolaborasi UMKM lokal. Ya, air minum yang digunakan berasal dari produk air mineral yang dikelola warga Kulon Progo.

Menurut CEO Dafam Hotel Management, Andhy Irawan, hadirnya GDSIAY di Kulon Progo sebisa mungkin memberi manfaat bagi banyak orang di wilayah ini. Sebab, kehadiran hotel bukan hanya 'pemanis' satu wilayah, tapi harus bisa memberi faedah untuk orang di sekitarnya.

"Kami harus punya manfaat untuk orang di sekitar, termasuk menggerakkan roda ekonomi di Kulon Progo. Kami berharap, hadirnya GDSIAY bisa membuka pintu keberkahan untuk masyarakat Kulon Progo," terang Andhy.

Bicara detail unsur Kulon Progo di GDSIAY, Interior Design Consultant, Yohannes Mochtar menempatkan karakter alam Kulon Progo di beberapa titik. Misalnya saja di pemilihan marmer yang terlihat seperti bebatuan pasir maupun banyaknya ornamen floral dan fauna yang jadi bagian dari Kulon Progo itu sendiri.

Di area kitchen, pengunjung bahkan bisa melihat bagaimana kehidupan warga Kulon Progo tercapture dengan sangat apik melalui lukisan yang ditempatkan di atas open kitchen.

"Kulon Progo itu amat banyak hal yang bisa dikulik, ya, termasuk kultur masyarakatnya itu sendiri yang mana sebagian dari mereka bertani, sebagian lainnya mencari ikan di laut," kata Yohannes.

Tak hanya itu, ornamen perangkap ikan pun ditata sedemikian rupa sehingga membentuk area yang sangat estetik. "Ini kami lakukan sebagai bentuk apresiasi dan partisipasi kami untuk Kulon Progo," tambah Yohannes.

Yohannes melanjutkan, agar suasana hotel tidak terlalu klasik yang terkesan kuno, aspek modern coba dituangkan di beberapa spot. Misalnya penggunaan ornamen emas di beberapa titik yang diharapkan memberi kesan luxury atau juga ada penggunaan teknologi untuk menggerakkan dinding.

"Kami sadar bahwa terlalu tradisional dianggap kuno oleh sebagian pihak. Makanya, kami hadirkan juga unsur modern dan berteknologi tinggi untuk menyeimbangkan hal tersebut," ujar Yohannes.

Lebih lanjut, Hengky menjelaskan bahwa pebisnis lokal di Kulon Progo pun dilibatkan dalam hal pariwisata. Ini terlihat dari hadirnya paket wisata yang ditawarkan pihak hotel ke pengunjung.

"Kami enggak mau tamu hanya menikmati fasilitas hotel. Kami ingin tamu yang datang ke sini bisa juga menjajal destinasi yang ada di Kulon Progo. Itu kenapa kami menyediakan paket wisata agar pengalaman menikmati Kulon Progo jadi lebih berkesan," kata dia.

"Di samping kami juga mencoba untuk libatkan pihak pebisnis lokal. Seperti misi kami di awal, kami ingin jadi manfaat untuk orang lain khususnya untuk warga Kulon Progo," tambah Hengky.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini