Share

Ratusan Keris Langka Peninggalan Zaman Sriwijaya hingga Majapahit Dipamerkan di Malang

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 406 2613553 ratusan-keris-langka-peninggalan-zaman-sriwijaya-hingga-majapahit-dipamerkan-di-malang-kev3TZtWdd.jpg Pameran keris langka di Malang (MPI/Avirista)

RATUSAN koleksi keris langka dengan latarbelakang sejarah beragam dipamerkan ke masyarakat Kota Malang. Keris-keris itu bahkan ada yang cukup langka dengan harga jual mencapai seperempat miliar rupiah.

Keris-keris yang dipamerkan ini menjadi ajang edukasi pembelajaran sejarah, bagi pengunjung yang tertarik dan ingin mengetahui dunia perkerisan. Terlihat ratusan keris dari berbagai latar belakang dipamerkan, beberapa keris bahkan sudah berumur ribuan tahun, sebelum era kerajaan-kerajaan Hindu Buddha di nusantara bermunculan.

Beberapa keris peninggalan era Kerajaan Sriwijaya, Singasari, Majapahit, Mataram Islam, hingga Sultan Pakubuwono XI juga dipamerkan.

 BACA JUGA: Mengenal Keris Aeng Tong-tong, Kerajinan dari Madura yang Jadi Suvenir KTT G20

Menariknya pengunjung yang datang tak hanya bisa melihat saja, tetapi juga bisa menyentuh dan berfoto dengan keris yang dibawa. Pengunjung juga mendapat penjelasan mengenai sejarah keris tersebut dari para ahli dan kolektor keris.

Tampak kehadiran pameran keris ini menarik minat sejumlah masyarakat. Mereka tak segan untuk memegang dan mengabadikan momen memegang keris dengan beragam latarbelakang sejarah masing-masing.

 ilustrasi

Pameran keris di Malang (MPI/Avirista)

Wahyu Eko Setiawan, salah satu kolektor keris menuturkan, ada ratusan koleksi keris yang ia bawa dalam pameran selama dua hari di Dealer A2000 Toyota Malang, yang digelar selama dua hari sejak Jumat hingga Sabtu (18/6/2022) besok. Ratusan keris ini memiliki beragam histori berbeda-beda mulai dari yang tertua hingga era termuda yang didapatnya dan menjadi koleksinya.

"Ini kan budaya kita yang kita miliki, tidak ada di budaya lain. Saya bawa ratusan keris, ada banyak nggak saya hitung," ucap Wahyu Eko Setiawan ditemui MNC Portal, pada Jumat (17/6/2022).

Dari ratusan koleksi yang ia bawa, keris berbahan perunggu menjadi tertua yang dimilikinya. Keris itu diklaim telah ada sebelum zaman kerajaan Hindu-Buddha masuk ke Pulau Jawa.

 BACA JUGA:5 Tempat Wisata di Indonesia yang Dipercaya Dapat Membuat Pasangan Putus Cinta

"(Yang tertua kerisnya) dari zaman perunggu, belum ada kerajaan, orang mengenal logam pertama itu perunggu karena lebih mudah diolah daripada besi. Kalau besi baru setelah era perunggu," tutur Sam Wes, sapaan akrab Wahyu Eko Setiawan.

Sam Wes menambahkan, beragam koleksi keris kuno ia miliki, mulai dari peninggalan era Kerajaan Sriwijaya, Singasari, hingga masa Sultan Pakubuwono XI. Beberapa keris dari wilayah Bali dan Sumatera, juga diperlihatkan di pameran ini.

"Kami punya koleksi keris dari Sumatera era Sriwijaya bernama keris sundang, ada peninggalan era Kerajaan Singasari, Majapahit, ada keris era Sultan Agung Mataram, sampai yang terbaru ya eranya Pak Jokowi juga ada," ujarnya.

Keris - keris itu memiliki nominal beragam jika dirupiahkan, mulai dari harga Rp 5 juta hingga Rp 250 juta, yang termahal. Khusus keris termahal dilabelkan pada keris Singo Barong dari era Kerajaan Majapahit. Pasalnya keris itu memiliki bahan baku dari gading gajah, yang disebut saat ini satu kilogram gading gajah saja bisa mencapai Rp 23 juta, karena terlalu langkanya.

"Keris ini kan artefak, semakin lama sejarahnya bakal semakin mahal, karena tadi barang yang berharga. Jadi harganya selalu naik, kedua era pembuatannya, semakin tua ya otomatis tambah mahal. Kalau yang di sini (termahal harga) Rp 250 juta Singo Barong dari Majapahit bahannya gading gajah dan batu berlian, itu pernah ditawar orang Djarum Rp 150 juta, nggak saya kasih," terangnya.

Selain keris dari era Majapahit, keris Sengkalat era Sultan Agung Mataram Islam juga menjadi koleksi keris termahal yang dipamerkan. Keris tersebut berhias beberapa batu berlian asli dengan harga yang mahal.

"Sekarang satu berlian paling murah Rp 1 juta. Keris lain yang mahal itu Nogosapto era PB (Pakubuwana) XI, Nogorojo era PB (Pakubuwana) XI, itu bahannya emas," ucapnya.

 ilustrasi

Namun mahalnya harga keris yang dipamerkan, tak membuat para kolektor dan pihak penyelenggara pameran membatasi pengunjung menyentuh keris - keris tersebut. Bahkan beberapa pengunjung diizinkan untuk memegang dan berfoto dengan membawa keris.

Hanya diakui Sam Wes beberapa keris memang diakui sudah cukup rapuh, karene termakan usia. Biasanya yang termakan usia seperti ini keris dari Kerajaan Singasari, perlu pengawasan ekstra.

"Kalau perawatan khusus kita biasanya pakai minyak minyak sandescon dibuat itu, ditambahkan aroma melati, itu supaya anti karat, yang lain-lainnya tidak ada," ujarnya

Di sisi lain Supervisor Auto 2000 Malang Agus Suhedi menuturkan, pameran keris sengaja dihadirkan untuk menarik pengunjung sambil melestarikan budaya asli Indonesia. Pasalnya keris memiliki sejarah panjang dengan beragam kisah kearifan budayanya yang dapat mengedukasi masyarakat.

"Ini sangat harus kita lestarikan, apalagi di Kota Malang, kota penuh histori, banyak histori kerajaannya di sini Singosari, dari kerajaan - kerajaan dahulu pasti ada hal - hal edukasi untuk masyarakat, kelas medium up, penikmat - penikmat ini sesuai dengan segmen. Siapa tahu bisa datang, lihat keris, sambil lihat mobil itu saja," beber Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini