Share

Ritual di Gunung Bromo Usai, Warga Tengger Gotong Royong Bersihkan Sampah

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 19 Juni 2022 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 406 2613739 ritual-di-gunung-bromo-usai-warga-tengger-gotong-royong-bersihkan-sampah-befdgXbsGd.JPG Warga Tengger gotong royong bersihkan di hamparan pasir Gunung Bromo (Foto: Diskominfo Probolinggo)

WARGA Tengger bersama dengan Forum Sahabat Gunung bergotong royong membersihkan sampah, usai ritual Yadnya Kasada di lautan pasir Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Jumat.

Aksi bersih-bersih sampah di lautan pasir Gunung Bromo diikuti oleh Camat Sukapura Rochmad Widiarto dan jajaran Forkopimka Sukapura, Plt Kepala Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani, perwakilan seluruh desa, tenaga kesehatan, lembaga sekolah serta relawan dari Tagana yang ada di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

"Setelah kegiatan Yadnya Kasada itu memang banyak pengunjung yang meninggalkan sampah, baik itu berasal dari pedagang maupun warga setempat yang mengikuti kegiatan ritual itu," kata Camat Sukapura, Rochmad Widiarto, mengutip Antara.

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih sampah dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran kepada seluruh pengunjung TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan di lautan pasir Bromo.

"Gerakan itu sebetulnya bukan hanya untuk mengingatkan bahwa setelah Yadnya Kasada harus bersih-bersih, tetapi memberikan sentuhan moral kepada masyarakat dan seluruh pengunjung di TNBTS yang memasuki kawasan Gunung Bromo untuk ikut melestarikan bagaimana kita berperilaku terhadap alam," ucap Rochmad.

Salah satu contohnya, lanjut dia, Catur Guru Bakti kepada alam, yakni ingin memberikan sentuhan moral kepada masyarakat yang berkunjung ke Gunung Bromo, akhirnya mampu dan sadar diri bahwa sampah yang dihasilkan manusia tersebut bisa dibersihkan sendiri dan bisa dibawa sendiri.

Ia menjelaskan, tujuan utama sebagai sentuhan moral saja dan harapan masyarakat Tengger dan pelaku wisatapun juga sama, yakni ketika membawa makanan atau minuman dari luar, agar sampahnya dibawa juga.

"Tolong untuk sampahnya dibawa sendiri dan jangan dibuang sembarangan. Ketika di dalam kendaraan jeep pun akan disiapkan plastik sampah untuk dibawa pulang dan dibuang di desanya masing-masing," imbaunya.

Dari aksi bersih-bersih tersebut, sambung Rochmad, terkumpul sampah tujuh pikap untuk selanjutnya dibuang di tempat pembuangan sementara terdekat maupun yang berada di desa lain kalau memang tidak mencukupi.

"Kepada pengunjung, harapan kami bisa menyikapi apa yang telah dilaksanakan bersama masyarakat Tengger dan penggerak wisata. Harapannya agar pengunjung Bromo sadar dan memberikan motivasi untuk menjaga kebersihan," ujarnya.

Ia mengatakan, pengunjung bisa membawa sampahnya kembali turun atau dititipkan kepada pengemudi jeep yang sudah dinaiki karena mereka pasti sanggup untuk membantu membuangkan sampah itu.

Aksi bersih-bersih sampah di lautan pasir Gunung Bromo tersebut akan terus berlanjut hingga Senin, 20 Juni 2022, karena pada Sabtu, 18 Juni 2022 masih terdapat kegiatan ibadah Galungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini