Share

HUT Ke-495 DKI Jakarta, Cek 5 Kesenian Khas Betawi yang Mulai Redup

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 406 2614752 hut-ke-495-dki-jakarta-cek-5-kesenian-khas-betawi-yang-mulai-redup-bW2lxwhY71.jpg Palang Pintu Betawi (dok Okezone/M Rizky)

MERAYAKAN HUT ke-495 DKI Jakarta tak lengkap rasanya jika tidak menonton kesenian khas Betawi.

Setiap tanggal 22 Juni, DKI Jakarta akan merayakan hari jadinya.

Tahun ini DKI Jakarta akan berulang tahun yang ke-495 dengan mengusung tema Jakarta Hajatan, Celebrate Jakarta, Kolaborasi, Akselerasi, Elevasi.

Dimana peresmian rangkaian acara ini telah dilakukan di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu pada tanggal 24 Mei 2022 lalu.

Saat ini terdapat beberapa kesenian khas Betawi yang mulai redup seiring perkembangan zaman.

Berikut daftar kesenian khas Betawi dirangkum Okezone:

1. Ondel-Ondel

Ondel-Ondel dikenal masyarakat luas sebagai kesenian khas Betawi. Boneka berukuran sekitar dua meter ini biasanya hadir di acara-acara resmi maupun non resmi, mulai pernikahan, ulang tahun Jakarta, kemerdekaan sampai orkes-orkes jalanan. Boneka Ondel-Ondel biasa tampil berpasangan, dan diarak berkeliling dengan iringan musik tradisional.

Dulunya boneka yang biasa mengenakan pakaian beragam corak dan warna ini difungsikan sebagai penolak bala atau malapetaka. Seiring modernnya zaman, ia hadir sebagai kesenian tradisional yang lumrah ditampilkan pada pesta rakyat, hingga penyambutan tamu kehormatan. Sayangnya, makin ke sini ondel-ondel digunakan untuk mengamen di jalanan bahkan masuk dan keluar gang.

infografis

2. Wayang Golek Betawi

Wayang khas Betawi ini dikenal sebagai Wayang Golek Betawi, di mana pertunjukannya paduan dari berbagai kesenian Betawi, mulai Lenong hingga Gambang Kromong. Dalam sejarahnya, Wayang Golek Betawi diketahui diciptakan oleh Tizar Purbaya. Hingga kini, wayang milik Betawi ini memiliki tampilan unik, karena beberapa wayang mampu berubah menjadi hantu maupun mengeluarkan asap.

3. Palang Pintu

Palang Pintu merupakan tradisi khas Betawi dalam menyambut tamu, sebab itu pelaksanaan kesenian ini umum ditampilkan saat acara pernikahan, penerimaan tamu kehormatan dan lain-lain. Prosesi Palang Pintu biasa diawali dengan pantun beriring musik marawis atau tanjidor.

Selain itu, Palang Pintu menghadirkan atraksi pertandingan silat yang biasanya sengaja menggunakan atribut senjata tajam antara pihak tamu dan penerima tamu. Selama pertandingan silat, pantun beriring musik marawis, gambang kromong, atau tanjidor umumnya tetap digaungkan.

4. Tanjidor

Tanjidor merupakan musik kesenian khas Betawi yang dulunya dipersembahkan untuk orang-orang Belanda. Kini iringan musik Tanjidor banyak digunakan sebagai iringan prosesi pernikahan, acara pesta maupun lainnya. Umumnya pertunjukan Tanjidor akan diisi sekitar 7 sampai 10 personil, yang sering menggunakan alat musik klariet, terompet, piston, trombone, dan lain-lain.

5. Lenong Betawi

Lenong merupakan pertunjukan peran khas Betawi yang dipercaya berkembang sejak abad ke-19. Di masa awal perkembangannya, alur cerita Lenong banyak bertema kerajaan, seiring kemajuan zaman cerita lenong Betawi banyak mengangkat tema keseharian dan balutan komedi.

Kesenian Lenong Betawi, pemainnya akrab disebut Panjak (sebutan untuk laki-laki) dan Ronggeng (untuk perempuan). Di mana untuk menambah kemeriahan pertunjukan, Lenong biasa diiringi kendang, kromong, gong, kecrek, dan lain-lain.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini