Share

Krisis Energi, Sandiaga Uno Imbau Pelaku Parekraf Ganti Kompor BBM ke Listrik

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 406 2615013 krisis-energi-sandiaga-uno-imbau-pelaku-parekraf-ganti-kompor-bbm-ke-listrik-mQo4iV9vvK.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyarankan pelaku industri sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) mengganti kompor berbasis bahan bakar minyak (BBM) menjadi kompor listrik dalam rangka mengantisipasi krisis energi, pangan, dan keuangan.

Selain itu, pelaku agrowisata juga dianjurkan bergerak secara mandiri untuk menanam tanaman seperti jagung untuk memperkuat sektor pangan dalam negeri.

“Kita patut bijak untuk menyikapi krisis pangan, energi, dan keuangan dengan langkah-langkah penghematan maupun juga langkah-langkah yang bisa memastikan seluruh lapisan masyarakat mampu melalui masa yang sulit ini,” katanya dalam Weekly Press Briefing yang dipantau secara virtual, di Jakarta, Senin (20/6/2022).

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan hasil sidang kabinet paripurna yang membahas tentang ancaman krisis pangan, energi, dan keuangan.

Menurut Sandiaga, Indonesia perlu mengantisipasi dengan langkah-langkah sinergis dan kolaboratif.

“Dibanding dengan negara-negara lain di dunia, Indonesia masih dalam situasi yang jauh lebih baik,” kata mantan Wagub DKI Jakarta ini.

Jika membandingkan dari sisi inflasi, Indonesia masih menargetkan di angka 4 persen, lebih baik dari Amerika yang saat ini sudah mencapai angka 8 persen atau Turki yang sudah di atas 70 persen.

“Tentunya ini akan mengerek harga-harga kebutuhan sehari-hari kita dan meningkatkan harga pangan dan energi,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan bahwa ancaman krisis pangan diakibatkan dampak jangka panjang pandemi Covid-19 dan keberlangsungan invasi militer Rusia ke Ukraina. Meski demikian, hal ini dapat disikapi secara cermat dan dimanfaatkan menjadi peluang.

Peluang tersebut ada karena Indonesia masih memiliki lahan yang cukup luas dengan dukungan sumber daya manusia dari petani untuk memproduksi komoditas pangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini