Share

Tiket Pesawat Masih Mahal, Menparekraf Sandiaga Uno Siapkan Paket Wisata Khusus

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 406 2615380 tiket-pesawat-masih-mahal-menparekraf-sandiaga-uno-siapkan-paket-wisata-khusus-FnvyUaTOUI.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

PARIWISATA Indonesia kembali dihadapi tantangan baru usai diluluhlantakan oleh pandemi Covid-19. Di saat pelaku pariwisata lokal mulai merangkak bangkit, mereka kini justru dihantam oleh isu harga tiket pesawat yang mahal.

Isu harga tiket pesawat ini tentu sangat memengaruhi arus kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, yang tentunya berdampak pada pemasukkan daerah.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan secara gamblang bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, maskapai penerbangan, dan pelaku pariwisata guna menyiasati kenaikkan tiket pesawat.

Infografis Maskapai dengan Menu Terbaik di Dunia

"Kenaikkan tarif tiket pesawat menjadi hal yang sangat krusial. Ini terjadi di hampir seluruh dunia. Dan kami terus akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menyiasati fenomena ini," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing awal pekan ini.

Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan, naiknya harga tiket pesawat juga tidak terlepas dari fenomena revenge travel yang melanda para wisatawan mancanegara.

Revenge travel sendiri merupakan kondisi di mana tingginya antusias wisatawan untuk berlibur setelah kurang lebih 2 tahun lamanya tertahan akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, terdapat pula sejumlah faktor yang turut memengaruhi kenaikkan harga tiket pesawat. Beberapa faktor tersebut termasuk tingginya harga avtur, dan proses revitalisasi yang tengah dilakukan sejumlah maskapai penerbangan lokal.

Sebagai alternatif, ia mengaku tengah merancang sebuah kebijakan khusus berupa subsidi silang dalam bentuk paket wisata.

"Industri penerbangan itu juga kasian kalau harus ditekan lagi setelah dua tahun tidak bisa berkutik. Jadi yang bisa kita siasati sekarang adalah memberikan subsidi berupa paket wisata lengkap mulai dari penerbangan, hotel, dan aktivitas di lokasi berupa event-event menarik. Harganya akan disesuaikan untuk mengakali tiket pesawat yang mahal," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini