Share

Waspadalah! Ini 25 Wilayah di DKI Jakarta yang Rawan Jadi Langganan Banjir

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 406 2615455 waspadalah-ini-25-wilayah-di-dki-jakarta-yang-rawan-jadi-langganan-banjir-kQji9ptiVT.jpg Anak-anak bermain di tengah banjir di Petamburan, Jakarta Pusat (Dok Okezone.com)

JAKARTA yang sudah berusia 495 tahun belum terbebas dari banjir. Ada sejumlah wilayah di DKI yang jadi langganan banjir. Artinya tiap hujan deras mengguyur, maka kampung-kampung tersebut selalu terendam. Bahkan tanpa hujan pun, bisa juga wilayah itu banjir, misalnya seperti meluapnya Sungai Ciliwung atau menerima banjir kiriman.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI M Ridwan mengatakan, terdapat 17 kecamatan, 25 kelurahan dan 86 RW di Jakarta terdeteksi sebagai wilayah yang rawan banjir ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Daerah itu tersebar di Jakarta Utara, Barat, Selatan dan Timur.

"Data historis banjir tahun 2013 sampai 2016, di mana di daerah tersebut tiga kali berturut-turut kalau hujan dengan intensitas tinggi terjadi banjir," kata Ridwan kepada wartawan beberapa waktu lalu.

 BACA JUGA: 8 Kedai Es Krim Legendaris di Jakarta, Ada yang Berdiri Sejak 1932!

Menurut data yang dimiliki BPBD DKI Jakarta, 25 kelurahan yang rawan banjir antara lain Tegal Alur; Kedoya Selatan; Kedoya Utara; Kembangan Utara; Cipete Utara; Petogogan; Cipulir; Pondok Pinang; Rawajati; Ulujami; Pondok Labu; Bangka; Pejaten Timur; dan Jatipadang.

Selanjutnya, Bidara Cina; Kampung Melayu; Cawang; Cililitan; Cipinang Melayu; Makasar; Rambutan; Pademangan Barat; Pluit; dan Penjaringan.

 ilustrasi

Banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur (Okezone)

Sementara itu untuk untuk 17 kecamatan yang rawan banjir yang dimaksud terdiri dari Cengkareng; Kalideres; Kebon Jeruk; Kembangan; Kebayoran Baru; Kebayoran Lama; Pancoran; Pesanggrahan; Cilandak; Mampang Praptan; dan Pasar Minggu; Jatinegara; Makasar; Kramat Jati; Ciracas; Pademangan; dan Penjaringan.

Lebih lanjut, kata Ridwan, dalam 86 RW yang rawan banjir ini tidak semua RT ikut berendam. Ia menyebutkan, total titik banjir setiap RW jumlahnya bervariasi.

"Jadi bisa saja satu RW itu satu titik. Atau dua titik. Tiga titik. Bukan berati satu RW itu tenggelam semua," terangnya.

Ia juga menjelaskan, setiap wilayah yang terendam banjir merupakan kawasan berbatasan dengan Kali Ciliwung, Cideng, Sunter, Pesanggerahan, Grogol, Ciliwung, Angke. Untuk Jakarta Utara dan Barat adalah rob, karena terdapat air pasang laut. Sementara kawasan pusat, terjadi akibat hujan lokal.

Adapun data 86 RW yang terendam banjir adalah sebagai berikut :

Jakarta Barat 16 RW

1. Kelurahan Rawa Buaya: RW 001, 002, 004, 011

2. Kelurahan Tegal Alur: RW 003, 004, 005, 009, 012

 BACA JUGA: Rekomendasi 10 Tempat Kuliner Jakarta Pusat, Masakan Padang hingga Jepang Ada Lho!

3. Kelurahan Kedoya Selatan: RW 005

4. Kelurahan Kedoya Utara: RW 002, 008

 

5. Kelurahan Kembangan Utara: RW 003, 004, 005, 010.

Jakarta Selatan 34 RW

1. Kelurahan Cipete Utara: RW 002, 006, 007

2. Kelurahan Petogogan: RW 002, 003

3. Kelurahan Cipulir: RW 010

4. Kelurahan Pondok Pinang: RW 002, 003

5. Kelurahan Rawajati: RW 001, 007

6. Kelurahan Ulujami: RW 005

7. Kelurahan Pondok Labu: RW 001, 003, 007, 009, 010

8. Kelurahan Bangka: RW 002, 003, 004

9. Kelurahan Pejaten Timur: RW 001, 003, 005, 006, 007, 008, 009, 010

10. Kelurahan Jatipadang: RW 002, 003, 004, 005, 006, 008, 009, 010.

Jakarta Timur 28 RW

1. Kelurahan Bidara Cina: RW 005, 007, 011, 014, 015

2. Kelurahan Kampung Melayu: RW 001, 002, 003, 004, 005, 006, 007, 008

3. Kelurahan Cawang: RW 001, 002, 003, 005, 008, 012

4. Kelurahan Cililitan: RW 006, 007

5. Kelurahan Cipinang Melayu: RW 003, 004

 ilustrasi

6. Kelurahan Makasar: RW 005, 007

7. Kelurahan Rambutan: RW 002, 003, 006

Jakarta Utara 8 RW

1. Kelurahan Pademangan Barat: RW 005

2. Kelurahan Pluit: RW 001, 005, 011, 016, 020, 021

3. Kelurahan Penjaringan: RW 017.

Sebagai penggetahuan, penyebab banjir yakni dari limpasan air dari hulu, pembangunan tata guna lahan di daerah hulu, hujan lokal, 13 sungai dari Bodetabek mengalir ke Jakarta, perubahan iklim, penurunan muka tanah, air laut pasang/rob, serta laut.

Hal tersebut juga pernah disampaikan akun Twitter Pemprov DKI juga, bahwa Jakarta menjadi hilir dari 13 sungai. "Jakarta menjadi hilir 13 sungai, disertai curah hujan lokal dan hulu yang seringkali tinggi, ditambah kenyataan hadirnya perubahan iklim global, membuat beberapa wilayah Ibu Kota, rawan banjir,"tulis @DKIJakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini