Share

Dear Traveler, Begini Cara Melaporkan Pelecehan di Atas Kereta Api

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 549 2615530 dear-traveler-begini-cara-melaporkan-pelecehan-di-atas-kereta-api-DfppjfPecn.jpg Ilustrasi kereta (dok Freepik)

PELECEHAN terhadap perempuan kembali terjadi di transportasi umum. Kali ini dialami seorang wanita penumpang kereta api kelas eksekutif jurusan Solo-Jakarta.

Hal ini, terungkap setelah sebuah video viral yang memperlihatkan tangan seorang pria yang sengaja menyentuh bagian sensitif perempuan.

Video tersebut dibagikan oleh seorang penumpang kereta jarak jauh Argo Lawu rute Solo-Jakarta lewat akun twitter pribadinya @Selasarabu_.

Awalnya korban mengaku sempat tidak bisa berbuat apa-apa. Hingga akhirnya dia menegur pelaku dan melapor ke petugas di kereta.

infografis

"Itu dia berulang kali kyk begitu, ku videoin juga. Sudah ku tegur tapi masih tetep dilakukan. Tapi aku udah pindah kursi ya, Alhamdulillah sudah aman. Thanks to Bapak Kondektur Argo Lawu @KAI121, Mr Wisnu Dwi P Rasa campur aduk eh, panik, panas dingin, takut, gabisa gerak," tulis akun @Selasarabu_.

Berkaca dari insiden ini, berikut cara melaporkan pelecehan di atas kereta api dilansir dari laman Instagram @kai121_ :

1. Tetap tenang dan segera melapor ke petugas

2. Penumpang bisa melapor ke petugas melalui DM/Inbox media sosial KAI

3. Penumpang juga bisa menghubungi nomor kondektur yang tertulis di ujung kabin masing-masing kereta

Sebelumnya, VP Public Relations Humas KAI Joni Martinus memaparkan, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, KAI juga rutin melakukan sosialisasi anti pelecehan seksual di stasiun dan selama dalam perjalanan. Pihaknya mendorong para penumpang untuk waspada dan segera melapor jika mengalami pelecehan.

"KAI mengajak pelanggan agar tetap waspada dan terus mendorong pelanggan agar melapor kepada petugas apabila terjadi tindakan pelecehan seksual atau kekerasan terhadap wanita saat menggunakan transportasi KA," jelasnya.

Pihaknya berharap, hal ini tidak terjadi kembali di kemudian hari dan menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pihak untuk terus membangun kesadaran atas pentingnya mengedepankan etika kesantunan dalam menggunakan transportasi publik.

"Saat ini KAI sedang berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk menentukan langkah hukum yang akan diambil guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari," kata Joni.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini