Share

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Pelaku Kuliner Harus Mampu Berkolaborasi dengan Investor

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 406 2616597 wamenparekraf-angela-tanoesoedibjo-pelaku-kuliner-harus-mampu-berkolaborasi-dengan-investor-Y6L9QnLCdY.JPG Wamenparekraf RI, Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf RI)

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo berharap ajang FoodStartUp Indonesia (FSI) 2022 bisa membuka peluang kerja sama dan kolaborasi baru antara investor dan pelaku kuliner di Tanah Air.

Angela menjelaskan, bahwa Kemenparekraf mendukung pengembangan industri kuliner, karena dari 17 subsektor ekonomi kreatif, kuliner penyumbang PDB ekraf terbesar secara konsisten.

Berdasarkan data yang diperoleh, subsektor kuliner menyumbang Rp455,44 triliun atau sekitar 41 persen dari total PDB ekonomi kreatif sebesar Rp1.134,9 triliun pada tahun 2020 dan juga penyerap tenaga kerja terbesar di ekonomi kreatif sebesar 9,5 juta.

Untuk itu, kata Angela, hal yang jadi paling utama bukan siapa pemenangnya tetapi bisa mengambil ilmu yang baru dari FSI ini dan bisa mengambil peluang kerja sama usaha baru dan kolaborasi baru.

Infografis Kuliner Khas Mandalika

"Semoga melalui FSI ini ekosistem ekraf kita khususnya di subsektor kuliner bisa lebih kondusif, berkelanjutan, inklusif, dan lebih bermanfaat," kata Angela dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, jika dilihat potensi, kuliner juga sebagai langkah untuk melestarikan budaya, diplomasi budaya melalui gastronomi dan juga membantu pariwisata Indonesia.

"Oleh karena itu, Kemenparekraf memiliki berbagai program untuk mendukung industri kuliner di Tanah Air, untuk meningkatkan resiliensi pelaku kuliner selama pandemi dengan digitalisasi dan untuk meningkatkan daya saing, baik secara nasional maupun global salah satunya melalui program Spice Up the World dan tentunya FSI," terangnya.

"Tahun ini, kita melaksanakannya beriringan dengan AVPN Global Conference 2022 yang juga side event dari G20 karena kita sangat berharap peluang dan eksposur bagi peserta FSI makin terbuka lebar," tambahnya.

Wamenparekraf juga mendorong pelaku usaha kuliner Kemenparekraf bergabung dalam program gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, di mana kegiatan tersebut telah membantu UMKM untuk masuk ke platform digital atau on boarding.

FoodStartUp Indonesia sendiri merupakan agenda tahunan Kemenparekraf/Baparekraf yang diselenggarakan sejak tahun 2016 yang berupaya mempertemukan pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner dengan akses permodalan/pembiayaan, sehingga diharapkan terjadi peningkatan percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif kuliner dan terbukanya lapangan kerja di Indonesia.

FSI telah memberikan kontribusi bagi subsektor kuliner. Tercatat sekitar 25 ribu pelaku ekonomi kreatif kuliner terlibat, 3.200-an proposal pitching untuk membangun usaha, dan Rp65 miliar dana investasi bergulir.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini