Share

Terpukau Atraksi Lompat Batu, Sandiaga Puji Adat dan Budaya Desa Hilisimaetano Nias Selatan

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 406 2616652 terpukau-atraksi-lompat-batu-sandiaga-puji-adat-dan-budaya-desa-hilisimaetano-nias-selatan-DHQwIifnDy.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno kagumi atraksi lompat batu di Nias Selatan (Foto: Kemenparekraf RI)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengagumi adat istiadat dan budaya di Desa Wisata Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara yang masih dijaga dan dilestarikan dengan baik oleh masyarakat setempat.

Sandi mengatakan, kekentalan adat budaya lompat batu, tari perang, tari harimau, sampai penganugerahan sudah disaksikan dan dinikmati olehnya.

"Dan saya melihat kekentalan sejarah dan budaya, saya melihat ini adalah atraksi utama kita, tradisi budaya untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Nias Selatan. Dan ini adalah pariwisata berbasis komunitas," katanya dalam keterangan resminya saat visitasi Desa Wisata Hilisimaetanö yang masuk ke dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Sementara itu Desa Wisata Hilisimaetanö merupakan salah satu desa adat tertua di tanah Nias Selatan. Hingga kini, desa tersebut masih teguh menjaga nilai adat istiadat serta peninggalan para leluhur mereka.

Infografis Desa Wisata Adat Indonesia

Hal ini bisa terlihat pada saat memasuki desa, terdapat Batu Megalitik yang menandakan pada zaman megalitikum masyarakat Nias menggunakan peralatan dari batu besar.

Kemudian 50 rumah adat yang bangunannya masih terpelihara dengan baik. Namun sangat disayangkan, ada satu rumah adat tertua yang runtuh akibat dampak dari tsunami Aceh tahun 2004.

Selain itu, sistem pemerintahan yang dijalankan masih mengikuti sistem adat. Di mana sistem kepemimpinan adat desa masih dipegang oleh Si’ulu atau Raja yang merupakan kaum bangsawan Nias.

Kemudian, para cendekiawan atau yang disebut Si’ila berperan sebagai pemberi nasihat kepada bangsawan. Dan Sato atau Fa’abanuasa (masyarakat) yang terus bergotong-royong dalam menjaga Lakhömi mbanua (marwah desa).

Hilisimaetano juga memiliki kawasan persawahan yang terbesar di Nias Selatan sehingga potensi untuk menjadi kawasan agrowisata sangatlah besar. Menparekraf Sandiaga pun ingin mengembangkan potensi tersebut.

"Sekarang kami sangat khawatir dengan adanya ancaman krisis pangan, krisis energi, tapi Nias Selatan ini khususnya di Desa Wisata Hilisimaetano justru memiliki potensi untuk bisa memiliki ketahanan pangan dan kemandirian energi ini bisa kita kembangkan ke depan," tuturnya.

Ia berencana, untuk menjadikan Desa Hilisimaetanö sebagai desa wisata berkelanjutan. Namun sebelumnya, perlu ada beberapa fasilitas yang dibenahi, diantaranya toilet dan homestay.

Pihaknya lanjut Sandi, akan memberikan pendampingan, pelatihan, sehingga akan ada peningkatan destinasi wisata lainnya, seperti toilet, begitupun dengan homestay. Ia pun menginginkan desa tersebut, menjadi desa wisata sebagai tujuan wisata.

"Kita juga akan meningkatkan desa wisata ini agar menjadi desa wisata berkelanjutan, kita akan kembangkan produk ekonomi kreatifnya, sehingga lapangan kerja terbuka dan penghasilan masyarakat meningkat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini