Share

Videonya Viral, Joki Kuda Pemalak Wisatawan Rp50.000 di Bromo Akhirnya Minta Maaf

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 406 2616784 videonya-viral-joki-kuda-pemalak-wisatawan-rp50-000-di-bromo-akhirnya-minta-maaf-FCbT68jqx7.JPG Pemalak wisatawan di kawasan wisata Bromo akhirnya minta maaf (Foto: TikTok/@aldidutcho)

SEORANG joki atau pemandu kuda di kawasan Gunung Bromo akhirnya meminta maaf di depan publik setelah video pemalakan terhadap wisatawan senilai Rp50.000 videl di media sosial.

Pria itu akhirnya mengaku bersalah, karena telah meminta uang secara paksa kepada salah seorang wisatawan yang merekam aksinya berkudadari belakang di hamparan pasir Bromo.

Permintaan maaf pemandu wisata berkuda itu ia sampaikan melalui sebuah video yang diunggah akun TikTok @aldidutcho, pada Rabu, 22 Juni 2022 sore.

"Alhamdulillah semuanya baru selesai siang tadi. Dan itu semua hanya kesalahpahaman. Marilah kita saling memaafkan. Yuk kita ramaikan Bromo Tengger Semeru gess," tulis akun @aldidutcho pada unggahannya.

Pada video berdurasi 48 detik ini pria yang mengaku bernama Suyono tersebut turut didampingi anggota TNI-Polri, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), dan pemilik akun TikTok @aldidutch saat menyampaikan permintaan maafnya.

Tips Liburan ke Bromo

"Selamat siang kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya Pak Suyono pemandu kuda di kawasan Bromo mau meminta maaf viralnya video saya yang berbuat tidak semestinya," ucap Suyono.

Suyono juga meminta maaf secara khusus kepada wisatawan yang tengah merekam aksi berkudanya yang dimintai uang Rp50.000 dan viral di media sosial. Ia, juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Bapak Aldi TikTok Aldidutch saya berjanji tidak mengulangi lagi. Sekali saya meminta maaf atas perbuatan saya," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video wisatawan yang tengah merekam aksi berkuda temannya mendadak viral.

Pasalnya, saat tengah mengambil video wisatawan berkuda, ada seseorang yang terdengar dari video tersebut memintai uang sebesar Rp50.000.

Seseorang oknum yang memintai beralasan hal itu merupakan bagian dari peraturan yang ditetapkan pengelola dari BB-TNBTS. Namun pihak BB-TNBTS selaku pengelola telah mengeluarkan pernyataan sikap bahwa yang memintai uang itu bukan petugas resminya.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat menjelaskan, video itu direkam oleh seorang wisatawan saat tengah menyewa kuda dan menungganginya di area lautan pasir, Gunung Bromo.

Pemalak Wisatawan di Bromo
(Foto: TikTok/@aldidutcho)

"Video mengenai permintaan pembayaran dokumentasi video oleh pelaku jasa wisata persewaan kuda kepada pengunjung yang mengambil rekaman video kuda yang sedang ditunggangi, oleh salah seorang penyedia jasa wisata kuda," kata Sarif.

Ia juga memastikan penyedia jasa wisata kuda dan jasa wisata lainnya yang berada di kawasan TNBTS bukan merupakan petugas resmi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

"Penyedia jasa wisata kuda dan jasa wisata lainnya di kawasan TNBTS adalah masyarakat sekitar, bukan merupakan petugas BBTNBTS," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini