Share

4 Fakta Menarik Kecak Bali, Tarian Komunikasi dengan Tuhan

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 406 2617107 4-fakta-menarik-kecak-bali-tarian-komunikasi-dengan-tuhan-aENrcP5jkb.jpg Pertunjukan Tari Kecak di Bali (Uluwatu Kecak Dance)

PERTUNJUKAN Tari Kecak sering memukau para turis asing di Bali. Gerakan tangan yang khas diiringi tabuhan alat musik gamelan membuat tarian asal Bali ini sangat menarik untuk ditonton. Tari Kecak memang unik, penuh filosofi dan berbau mistis.

Kecak biasanya ditarikan oleh sekelompok penari pria berjumlah sekitar 50 sampai 150 orang. Mereka duduk melingkar, menggerakkan tangan diiringi gamelan dan paduan suara.

 BACA JUGA:Festival Awa Odori Jepang, Pertunjukan Tarian Rakyat Merayakan Kembalinya Roh Leluhur

Tarian ini sakral karena adanya penari diyakini memiliki kekebalan dan mempan terbakar api. Para penari diduga kerasukan roh halus saat melakukannya.

ilustrasi

Pertunjukan Tari Kecak di Bali (Okezone)

Tari Kecak diciptakan oleh seniman Bali, Wayan Limbak sejak tahun 1930. Ia telah mempopulerkan seni ini ke mancanegara dengan bantuan Walter Spies, pelukis asal Jerman. Keunikan seni ini terletak pada iringan tarian itu sendiri yang para penari laki-laki yang menari akan meneriakkan kata 'cak cak cak'.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini fakta-fakta menarik Tari Kecak.

1. Mengisahkan Ramayana

Saat Anda menyaksikan tarian Kecak, atmosfer kemeriahan akan sangat terasa dan membuat siapapun merinding dibuatnya. Tari Kecak memang berhubungan langsung dengan kisah Ramayana.

 BACA JUGA:Mengenal Tarian Sintren Asal Cirebon, Penarinya Dirasuki Roh Bidadari

Pertunjukan tarian tersebut mengusung konsep dramatari ini, menceritakan tentang kisah Ramayana.

Seperti diketahui, tarian ini dipertunjukkan oleh banyak penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak", serta mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

 

2. Hanya dimainkan laki-laki

Tahukah Anda, bahwa Tari Kecak hanya dilakukan oleh laki-laki saja. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.

3. Tarian komunikasi dengan Tuhan

Bukan hanya mengisahkan tentang Ramayana saat barisan kera, membantu Rama melawan Rahwana saja. Ternyata Tari Kecak juga sebagai media berkomunikasi dengan Tuhan, yakni dengan cara mempersembahkan tarian.

Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur. Kemudian, menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

 ilustrasi

4. Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang

Fakta lainnya adalah lagu Tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Pada 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang, dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Balinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini