Share

Belum Punya Rencana di Akhir Pekan? Yuk Jelajahi Pameran Nuansa Rupa Internasional di Bandung

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 549 2616630 belum-punya-rencana-di-akhir-pekan-yuk-jelajahi-pameran-nuansa-rupa-internasional-di-bandung-sLOBUcG54D.jpg Pameran Seni Rupa di Bandung (dok MPI/Agung Bakti)

BANDUNG kini menjadi tuan rumah pameran seni rupa bertaraf internasional bertajuk "Nuansa Rupa International Contemporary Art Exhibition". Tak tanggung-tanggung, puluhan seniman Tanah Air dan mancanegara menampilkan karya terbaiknya dalam pameran tersebut.

Kurator, A.K Patra Suwanda, M.Sn. mengatakan, pameran berskala internasional yang digelar di Gastro Market Bandung Grand Central, Jalan Diponegoro Nomor 27, Kota Bandung ini melibatkan seniman dari 13 negara, termasuk puluhan seniman dari Tanah Air. Adapun seniman mancanegara tersebut, di antaranya Karina D. Simom (Singapura), Maya Mekira (Jepang), Nicole Mehika (India), Halima Aziz (Palestina), Nessar Ahmad (Afganistan), Chira bang (Prancis), Natalia March (Inggris), Regina Kehrer (Jerman), Mikhal Avrech (Haifa IL), Dudi Arte, Marco & Judith Valencia (Italia), Hagopian (Argentina), hingga Libardo Mojica (Kolombia).

Sebagai tuan rumah, lanjut Patra, Indonesia menghadirkan karya seniman maestro Alm. Jeihan Sukmantoro serta para seniman produktif, seperti Taat Joeda, Basuki Bawono, Tjutju Widjaja, Lenny R. Weichert, Supriatna, Gustiyan Rachmadi, Andang Iskandar, Ray Bachtiar, Jatnika Darajatun, Yeni Fatmawati, Ariesa Pandanwangi, Rini Maulina, Setiyono Wibowo, Abdurahman Abro, Deddy Syarif, Asep Chaerulloh, Rahman Joeda, Mhaz Yanta, dan beberapa seniman mumpuni lainnya.

"Selain itu, ada juga seniman yang sering mengikuti berbagai bienalle di berbagai negara benua Eropa yaitu Tondi Hasibuan, termasuk seniman muda dengan talenta seni yang memikat seperti Yudrika N. Adilla, Erlina Nurtaufikah, Zistin Moya, dan Peter Rhian. Mereka menghadirkan karya-karya dengan nuansa rupa kekinian, yakni spirit kontemporer," tutur Patra.

infografis

Patra juga mengatakan, sesuai tajuk yang diusung, yakni nuansa rupa, pameran yang digelar sejak 14 Juni hingga 28 Juni 2022 mendatang ini diarahkan pada sebuah konteks peristiwa berkesenian bernama pameran seni rupa kontemporer yang terdiri dari karya lukis, patung, drawing, photografi, multimedia, dan seni instalasi.

"Selain sajian pameran, dalam peristiwa perhelatan seni ini, ada serangkaian kegiatan yang menyajikan wacana seni yang mengangkat berbagai isu kekinian seni rupa seperti simposium, seni dan spirit feminisme, fenomena busana kebaya, dan demo lukis model," katanya.

Lebih lanjut Patra mengaku bangga karena pameran seni rupa ini mendapatkan apresiasi yang besar dari kalangan milenial. Terbukti, kata Patra, banyak milenial yang hadir menyaksikan karya-karya seni yang dipamerkan. Menurutnya, hal itu menjadi apresiasi bagi pihaknya, termasuk para seniman.

"Apresiasi kalangan milenial itu sangat bagus. Terbukti saat display, banyak milenial yang ambil foto, ini juga salah satu ciri budaya milenial, mendokumentasikam segala sesuatu yang dilihatnya, termasuk karya seni. Ini sangat positif karena kita perlu apresiasi, termasuk dari milenial sebagai generasi ke depan yang meneruskan estafet berkesenian," tuturnya.

Patra pun berharap, ajang pameran kali ini menjadi angin segar dan harapan baru bagi para seniman yang sudah dua tahun lebih kesulitan memamerkan karya seninya menyusul berbagai pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Harapannya, pameran kali ini juga menjadi penyemangat sekaligus dorongan bagi para seniman untuk terus berkarya setelah dua tahun lebih terdampak pandemi," katanya.

Sementara itu, seniman asal Inggris, Natalia March mengaku sangat senang dapat memamerkan karya lukisnya di Nuansa Rupa International Contemporary Art Exhibition ini. Terlebih, kata dia, respons masyarakat terhadap pameran ini sangat besar, termasuk dari kalangan milenial.

"Saya sangat terkejut, begitu banyak karya seni memesona dan respon masyarakat di sini sangat hangat sekali," kata dia.

Disinggung soal karyanya, Natalia menjelaskan bahwa lukisannya mengisahkan tentang bayi suci yang menempel pada sosok Madona pada era renaisance. Melalui karyanya, Natalia mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang tentang sosok wanita tidak hanya dari kecantikannya saja.

"Saat ini kita masih memandang stereotipe itu pada wanita. Saya mencoba mencari tau dan mengkritisi konsep lama ini dan mencoba mengajak masyarakat melihat dari persepektif yang berbeda bahwa saat ini tidak melulu soal kesempurnaan. Kita harus melihat aspek lain, elemen lain, ubah cara pandang kita dalam melihat sosok wanita hanya dari kecantikannya," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini