Share

4 Tradisi Unik Suku di Indonesia, Meruncingkan Gigi hingga Culik Calon Pengantin

Septi Kurnia, Jurnalis · Minggu 26 Juni 2022 02:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 406 2618003 4-tradisi-unik-suku-di-indonesia-meruncingkan-gigi-hingga-culik-calon-pengantin-HBIqFqMqdE.jpg Festival Pesona Mentawai 2019. Suku Mentawai punya tradisi meruncingkan gigi (Okezone)

INDONESIA yang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau, memiliki beragam suku. Letak geografis dan latar belakang sejarah yang berbeda, menjadikan suku di Indonesia memiliki tradisi yang juga beragam. 

Beberapa suku di Indonesia bahkan memiliki tradisi yang unik dan berbeda dari suku lainnya. Diolah dari berbagai sumber, berikut ini tradisi suku paling unik di Indonesia.

Tradisi Meruncingkan Gigi

Tradisi meruncingkan gigi dilakukan oleh para perempuan dari suku Mentawai, Sumatera Barat. Tradisi yang sudah turun-temurun dilakukan ini merupakan cara perempuan di suku Mentawai untuk tampil lebih cantik dan dewasa.

Tradisi ini juga diyakini mengantarkan para wanita tersebut menuju kedamaian. Gigi mereka akan diruncingkan dengan peruncing yang terbuat dari besi atau kayu.

Meski harus merasakan sakit dalam waktu yang lama, suku yang terletak di Sumatera Barat ini mempercayai, perempuan yang giginya runcing memiliki nilai yang lebih daripada yang giginya biasa saja.

 

Tradisi Ma'nene

Tradisi Ma'nene merupakan tradisi yang berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tradisi ini dilakukan dengan ritual pemandian, perawatan, dan pergantian baju untuk mayat. Selain itu mayat juga akan diarak keliling kampung, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa orang meninggal tersebut. Ritual ini diadakan setiap tiga tahun sekali.

 BACA JUGA:Tradisi Unik Pria Menyelinap ke Kamar Kekasih di Bhutan, Ngajak Begituan lalu Dinikahi

Tradisi Merarik

Tradisi Merarik atau pelarian merupakan tradisi yang dijalankan oleh suku Sasak di Lombok. Suku yang terkenal dalam membuat kain dengan menenun ini memiliki tradisi yang unik dalam upacara pernikahannya. Tradisi Merarik dilakukan menjelang upacara pernikahan, yakni calon pengantin pria harus menculik calon pengantin wanita terlebih dahulu.

Menculik calon pengantin wanita ini dilakukan dengan membawa sang gadis tanpa sepengetahuan orang tuanya, namun tetap bersama beberapa orang kerabat atau teman. Kerabat ini akan menjadi saksi dan pengiring prosesi Merarik.

Sang gadis akan dibawa ke rumah kerabat laki-laki tersebut dan menginap sehari. Lalu kerabat laki-laki akan mengirim utusan untuk memberi tahu orang tua sang wanita bahwa anaknya diculik.

 Ilustrasi

Tradisi Kebo-keboan

Tradisi Kebo-keboan dilakukan oleh suku Osing di Banyuwangi, Jawa Timur. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil pertanian masyarakat.

Upacara akan dilakukan di tengah sawah yang banyak lumpur, lalu para warga akan mendandani dirinya dengan cat hitam seperti kerbau, lengkap dengan tanduk dan telinga buatan.

Mereka akan menari di tengah sawah bersama dengan warga lain yang menonton, lalu para penonton akan ditarik hingga badannya penuh dengan lumpur pula.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini