Share

Sekilas Begawi Adat Mancor Rua Zaman, Acara Adat Langka di Way Kanan Lampung

Yuswantoro, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 406 2618814 sekilas-begawi-adat-mancor-rua-zaman-acara-adat-langka-di-way-kanan-lampung-7T9gP86PBS.jpg Begawi Adat Mancor Rua Zaman (dok iNews/Yuswantoro)

BEGAWI Adat Mancor Rua Zaman digelar oleh Wakil ketua DPRD kabupaten Way Kanan Yusee Sogoran. Acara itu merupakan even langka dan jarang dilakukan di era modern seperti ini Hal itu diungkapkan oleh Kordinator adat Marga Baradatu Elyas Yusman. Elyas mengatakan, even itu digelar pada Minggu 26 Juni 2022.

"Begawi Adat Mancor Rua Zaman jarang sekali dilakukan di Way Kanan, kalau Begawi Adat Mancor Zaman sering," kata Elyas.

"Dan ini sah di lima kebuaian, berdasarkan undangan delapan marga, dan dihadiri seluruh penyimbang marga dari lima kebuaian delapan marga," katanya.

Dia melanjutkan, Begawi Adat ini merupakan salah satu cara bersyukur serta berterimakasih kepada keluarga, dan masyarakat Way Kanan. Kegaiatan ini juga cara melestarikan adat istiadat budaya yang sudah diwariskan oleh pendahulu nenek moyang.

"Ini cara berterimakasih kepada keluarga dan saudara, saking maunya melanjutkannya tradisi pendahulu puyangnya," ujar mantan anggota DPRD Way Kanan 2 Periode ini.

infografis

Lebih lanjut dia mengatakan, ada dua sisi manfaat di dalam begawi mancor zaman, yang pertama adalah kesinambungan kepenyimbangan, mencakup menjaga kekerabatan juga sebagai bentuk kepedulian akan sebuah tradisi yang sudah menjadi sebuah keharusan di dalam sebuah keluarga penyimbang marga, khususnya di lima kebuaian Way Kanan.

Yang kedua adalah menjaga adat budaya, Adop Adab juga falsapah lima, yang mencakup sakai sambayan, nemui nyomah, nengah nyampor bejuluk be adok, semua tradisi sebagai bagian dari masyarakat adat khususnya Way Kanan lima kebuayan delapan marga dan Lampung, baik pepadun dan sai batin.

"Saya sebagai seorang yang merupakan bagian dari masyarakat adat, sebagai penyimbang marga penglaku, juga bagian dari sebuah tradisi, sangat mengharapkan seorang pemimpin yang mengenal, memahami juga melakukan tugas sebagai amanah didalam pembentukan awal Kabupaten Way Kanan, yang digagas oleh masyarakat adat dan semua penyimbang marga yang ada di 8 marga Way Kanan," kata dia.

Elyas Yusman yang bergelar Raja Pagar Alam menerangkan rangkaian kegiatan acara Begawi Adat Mancor Rua Zaman yaitu, pertama kali dimulai pada Malam Jum'at, yaitu cangget matah, dihari Jum'atnya acara manjau mirul, malam sabtu cangget matah dan hari sabtu manjau jak Kelama. Serta malam minggu Sidang Adat dan cangget Agung dan hari ini hari minggu begawi sekaligus cacak canang gelar puari oleh Sutan Unggak Langik, Malam Senin ini Cangget mejong.

Adapun yang diangkat atau diangkon dalam keluarga oleh Yusse Sogoran yang mendapat Gelar Sutan Unggak Langit sedangkan Istrinya Juai Perawati mendapat Gelar Sutan Nyai Ngerita, Anak nya Tika Janua mendapatkan Gelar Ratu Pogor Rakyat . Kemudian, ada Herman HN Walikota dua Periode Kota Bandarlampung, mendapatkan Gelar Tuan Penata Marga, Sedangkan istrinya Wali Kota Bandarlampung Bunda Eva mendapat Gelat Sri Tuan Paduka.

Selain itu ada juga salah satu Pejabat di Mabes Polri yakni Brigjen Pol Eriyadi dengan Gelar Tuan Perwira Tinggi dan istrinya Susi Risdawati mendapatkan Gelar Ratu Sanjungan. Selain itu ada nama Akhmad Baedawi Mitra bisnis Yusee Sogoran Sutan Unggak Langik bergelar Ratu Bagus Tiang Marga sedangkan Istrinya Yaslainy mendapatkan Gelar Ibuan Rakyat. Juga Gelar adat diberikan kepada Riswan Jamaludin Gelar Ratu Sriwijaya sedangkan istrinya Rita Aswati mendapatkan Gelar Ratu Yang Sri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini