Share

Prihatin Kecelakaan Bus Pariwisata di Tasikmalaya, Sandiaga Instruksikan Tour Leader Utamakan Keselamatan

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 406 2619259 prihatin-kecelakaan-bus-pariwisata-di-tasikmalaya-sandiaga-instruksikan-tour-leader-utamakan-keselamatan-0jNtoDFkWz.jpeg Menparekraf Sandiaga Uno (Kemenparekraf/Antara)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno prihatin dengan kecelakaan bus pariwisata di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia menginstruksikan para tour leader atau PO bus pariwisata agar mengutamakan keselamatan.

"Kami memberikan instruksi tegas kepada para tour leader, para garda terdepan dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengutamakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan," ujarnya dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (27/6/2022).

 BACA JUGA:Sandiaga Ingin Bali Jadi Destinasi Workcation, Targetkan Kunjungan 1,5 Juta Turis

Kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan guru SD Sayang, Jatinangor, Sumedang tersebut terjadi, pada Sabtu 25 Juni 2022. Bus yang berisi 59 penumpang itu hendak darmawisata di Pangandaran, tapi saat melintas di Jalan Ciinjuk, Rajapolah, Tasikmalaya, bus tersebut jatuh ke jurang.

 

Akibat kecelakaan tunggal tersebut, empat orang tewas dan 55 orang lainnya luka-luka. Polisi menduga penyebab kecelakaan karena sopir mengantuk.

 BACA JUGA:AVPN Conference 2022 di Bali Kegiatan MICE Terbesar, Sandiaga: 1.100 Peserta Hadir

Sandiaga mengimbau masyarakat khususnya pemilik PO bus agar memerhatikan lebih detail lagi kelayakan bus dan faktor keselamatan. Kemudian menerapkan juga CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Hal lainnya yang perlu amat diperhatikan, lanjut dia, pastikan pengemudi dalam keadaan 100 persen fit, sehat dan terpenting tidak mengantuk ketika sedang membawa rombongan. Sebab poin tersebut sangatlah penting, dan riskan apabila diabaikan.

"Kecelakaan bus pariwisata ini setelah diteliti merupakan kombinasi kelalaian dari supir bus, atau human error. Lelah mungkin dan kurang istirahat. Serta, kondisi kendaraan yang juga tidak layak jalan," terangnya.

 ilustrasi

Oleh karena itu Kemenparekraf berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), agar dapat menerapkan standarisasi kelayakan bus pariwisata. Serta melaksanakan pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Tak hanya itu saja, Sandiaga pun mendapatkan laporan, bahwasannya sebagian dari moda transportasi bus pariwisata ada yang belum terdaftar secara resmi. Hal ini pula disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini