Share

Mantap! Pentas Jegog Khas Jembrana Tetap Eksis di Pesta Kesenian Bali

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 406 2619465 mantap-pentas-jegog-khas-jembrana-tetap-eksis-di-pesta-kesenian-bali-XBfpTtmE8w.JPG Pentas Jegog khas Jembrana, Bali (Foto: Antara/Ni Luh Rhismawati)

PAGELARAN tabuh dan tari yang dibawakan Sekaa Jegog Suara Ulangun dan Sanggar Ghora Yowana dari Kabupaten Jembrana dalam ajang Pesta Kesenian Bali ke-44 ingin membuktikan kesenian Jegog masih tetap eksis dan makin digandrungi generasi muda.

"Pesta Kesenian Bali ini menjadi ajang promosi bahwa Jegog dari Jembrana tidak mati dan tetap eksis," kata Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat menyaksikan pentas Jegog, melansir Antara.

Dalam kesempatan itu, Tamba menyampaikan rasa bangganya karena Jegog merupakan kesenian yang hanya ada di Jembrana, kabupaten yang berada di ujung barat Pulau Bali ini.

Penampilan dua sekaa/sanggar Jegog pilihan dari Kabupaten Jembrana di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Provinsi Bali diawali dengan penampilan Tabuh Truntungan Kreasi Pengembak yang dibawakan anggota Sekaa Jegog Suara Ulangun dari Banjar Pangkung Languan Mekar, Desa Yeh Sumbul, Kabupaten Jembrana.

Infografis Tempat Berburu Kerajinan Tangan Bali

Tabuh Truntungan secara fungsional berfungsi sebagai ucapan selamat datang kepada para penonton dan disebut tabuh pembuka dalam sebuah pertunjukan kesenian khas Jegog.

Diberi judul 'Pengembak', bagi masyarakat di Kabupaten Jembrana, Pengembak merupakan pertemuan air laut dengan air sungai.

Setelah penampilan Tabuh Truntungan, dilanjutkan dengan penampilan Tari Penyambutan Kreasi Angayubagia yang ditampilkan Sanggar Ghora Yowana dari Kelurahan Lelateng, Kabupaten Jembrana.

"Yang jelas, kami ingin menampilkan yang maksimal. Ada rasa kebanggaan bagi sekaa kami dapat mewakili Kabupaten Jembrana," kata Koordinator Sekaa Jegog Suara Ulangun, I Ketut Tama.

Kedua sekaa jegog yang begitu lihai dan bersemangat membawakan memukul bilah-bilah bambu berukuran besar itu berhasil memukau penonton dengan sorak sorai penonton yang riuh.

Setelah menampilkan Tabuh Truntungan, sekaa yang telah terbentuk sejak 2004 tersebut kemudian membawakan Tabuh Kreasi Yeh Sumbul, Tari Penyambutan Bakti Marga dan Tari Kreasi Luihing Paksi.

"Luihing Paksi merupakan tarian yang menggambarkan burung Jalak Putih yang mahardika terbang ke sana kemari menikmati kehidupan dan alam di sekitarnya," ucap Tama.

Tampil bergantian dalam satu panggung pementasan dengan Sekaa Jegog Suara Ulangun, Sanggar Ghora Yowana dari Kelurahan Lelateng, Kabupaten Jembrana juga membawakan Tabuh Truntungan Gelar Hulu, dan Tari Kreasi Makepung.

Tari Makepung dibawakan tujuh penari putra-putri, tarian ini menampilkan gerakan para penunggang kerbau dan gerak-gerak kerbau itu sendiri. Tari Kreasi Mekepung ini juga merupakan tari kreasi baru yang menggambarkan jalannya persiapan dan lomba balapan kerbau atau Makepung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini