Share

Inilah Kota Paling Menyedihkan di Bumi, Sungainya Berwarna Merah seperti Darah

Nurul Fitriyah, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 408 2619620 inilah-kota-paling-menyedihkan-di-bumi-sungainya-berwarna-merah-seperti-darah-o3Lkmvz9Sn.JPG Norilsk, kota paling menyedihkan di dunia akibat tingginya angka polusi (Foto: Getty Images)

SEBUAH kota dengan potret suram dan terpencil di Rusia ini dijuluki 'kota paling menyedihkan' di bumi. Tak dapat dilalui via jalur darat dan juga harapan hidup di sana 10 tahun lebih rendah dari rata-rata nasional.

Terdapat 170.000 orang yang tinggal di Norilsk, kota di wilayah Krai Krasnoyarsk di Siberia, Rusia Timur, yang merupakan salah satu kota paling terpencil di bumi.

Kota ini juga baru mendapat akses internet yang layak pada tahun 2017 silam. Sebelumnya bahkan hanya menggunakan tautan satelit yang sulit diandalkan.

Selain itu, tak ada jalan menuju Norilsk, karena hampir sebagian wilayahnya tertutup salju selama dua pertiga tahun lamanya.


Terdapat kota pelabuhan Dudinka yang berjarak 60 km dan menyediakan rute kota melalui jalur laut, tapi laut di sana selalu membeku saat musim dingin sehingga menyulitkan akses.

Infografis Bendungan Engehalde

Salah satu cara masuk dan keluar kota ialah melalui jalur penerbangan, itupun tidak mudah. Setelah penerbangan empat jam dari Moskow, pengunjung akan disambut pemandangan apokaliptik yang dibangun di lokasi kamp penjara Soviet.

Pada September 2016, Sungai Daldykan di dekatnya berubah menjadi warna merah darah mengerikan. Tak ada penjelasan resmi akan fenomena ini, namun alasan yang lebih mungkin adalah limbah dari pabrik peleburan terdekat.

Di musim dingin, salju juga akan berwarna merah, yang mana satu sisi itu indah, tetapi di sisi lain itu kimiawi.

Mengutip laman News.com.au, pada 3 Juni 2020, Sungai Ambarnaya di luar Norilsk juga menyusul berubah menjadi merah darah akibat tumpahan solar lebih dari 20.000 ton dari reruntuhan reservoir bahan bakar.

Setiap tahun, Norilsk mengalami kegelapan selama 45 hari. Sebaliknya, di musim panas matahari tidak terbenam selama 65 hari.

Suhu rata-rata di Norilsk pada bulan Januari turun ke -30 derajat Celsius, sebelumnya rekor suhu terendah di Norilsk sudah mencapai -53,1 derajat Celsius.

Menariknya, Norilsk adalah penghasil nikel-tembaga-paladium terbesar di dunia. Pada awal abad ke-20 ahli geologi menemukan deposit nikel, tembaga, dan kobalt di kaki Pegunungan Putorana.

Pada tahun 1936, Uni Soviet mulai membangun kompleks ekstraksi besar di pegunungan dengan 500.000 pekerja paksa.

Selama 20 tahun, mereka bekerja di lapisan es Kutub Utara, dengan 18.000 orang meninggal dalam kondisi yang mengerikan.

Norilsk, Kota Paling Menyedihkan di Dunia

(Foto: Getty Images)

Seperlima dari nikel dunia berasal dari Norilsk dan hampir semua penduduk memiliki koneksi ke pabrik nikel.

Namun sayangnya, pabrik itu juga yang menjadi penyebab pencemaran udara di Norilsk, sehingga kota ini menjadi kota yang paling tercemar di Rusia, dan salah satu dari 10 kota yang paling tercemar di muka bumi.

Lebih dari dua juta ton gas beracun, termasuk sulfur dioksida, nitrogen dioksida, karbon, fenol, dan masih banyak lagi dikeluarkan oleh pabrik nikel di Norilsk, yang memakan banyak korban.

Usia rata-rata penduduk Norilsk hanya 59 tahun, 10 tahun lebih rendah dari rata-rata Rusia. Tingkat kanker di kota ini dua kali lipat dari negeri beruang merah.

Tingkat penyakit darah pada anak-anak 44 persen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata anak di Siberia, sementara tingkat kondisi sistem saraf 38 persen lebih tinggi, dan 28 persen lebih tinggi untuk penyakit tulang dan otot.

Terlebih lagi, sekitar 1 persen dari total emisi sulfur dioksida global berasal dari kota yang satu ini dan curahan senyawa kimia itu membunuh banyak pohon dan menyebabkan hujan asam.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini