Share

10 Tradisi Menyusui di Berbagai Negara, Nomor 7 Ada Bank ASI Terbesar di Dunia

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 408 2619894 10-tradisi-menyusui-di-berbagai-negara-nomor-7-ada-bank-asi-terbesar-di-dunia-RX7jMBrW3i.jpg 10 tradisi menyusui di berbagai negara (Foto Alamy)

MENGENAL 10 tradisi menyusui di berbagai negara. Menyusui sudah lumrah dilakukan setiap ibu terhadap anaknya. Namun, beberapa negara ternyata punya tradisi unik dalam hal menyusui.

Memberi air susu ibu (ASI) untuk buah hati sangat penting untuk membantu pembentukan sistem daya tahan tubuh terhadap penyakit dan merangsang perkembangan otak, sehingga si anak lebih sehat.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar semua bayi bisa mendapatkan ASI minimal selama enam bulan pertama kehidupan mereka. Namun, tidak semua bayi mendapatkan itu, dan setiap negara memiliki tradisi menyusui yang berbeda-beda.

 BACA JUGA:4 Tradisi Unik Suku di Indonesia, Meruncingkan Gigi hingga Culik Calon Pengantin

Seperti apa sih? Berikut 10 tradisi menyusui di berbagai negara, seperti dirangkum dari berbagai sumber :

India

Masih ada pedesaan di India yang masyarakatnya menganggap bahwa kolostrum itu ‘kotor’. Para ibu akhirnya mengeluarkan ASI untuk kemudian dibuang.

Sebagian ibu di pedesaan India juga cenderung menggunakan susu kambing daripada ASI manusia untuk memberi makan bayi mereka.

 

10 tradisi menyusui di berbagai negara

Namun, India juga memiliki tingkat menyusui yang tinggi. Menurut La Leche, 95 persen bayi India disusui setelah lahir, dan 43 persen disusui secara eksklusif selama 4-6 bulan.

Kanada

Di Kanada, menyusui terkait dengan pendidikan, di mana wanita dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi lebih mungkin untuk menyusui lebih lama. Kanada juga memiliki hak hukum yang kuat untuk wanita menyusui dan di bawah Piagam Hak dan Kebebasan Kanada, wanita di semua provinsi Kanada memiliki hak untuk menyusui di mana saja dan kapan saja.

Peru

Menyusui di Peru dianggap sebagai bagian alami dari kehidupan. Peru memiliki tingkat menyusui yang sangat tinggi dibandingkan dengan banyak negara Barat.

Menurut La Leche League, 97 persen bayi di Peru disusui saat lahir, dan 53 persen masih menyusui secara eksklusif hingga usia enam bulan.

 BACA JUGA:Ratusan Alat Musik Tradisional Nusantara Dipamerkan, Yuk Buruan ke Museum Aceh!

Italia

Banyak ibu di Italia mulai menggunakan susu formula selama era 1970-an dan ini menjadi tren di generasi berikutnya. Menurut data dari La Leche League, 85 persen bayi Italia memang disusui saat lahir, tetapi hanya 19 persen yang mendapatkan ASI eksklusif.

 

Amerika Serikat

Ada banyak undang-undang negara bagian di Amerika Serikat yang mengizinkan wanita menyusui di tempat umum. Menurut data dari WHO, hampir 74 persen anak-anak AS diberikan ASI, tetapi hanya 33,1 persen yang disusui secara eksklusif hingga usia empat bulan, dan hanya 13,6 persen yang disusui secara eksklusif hingga enam bulan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh banyaknya ibu yang bekerja di Amerika Serikat.

Norwegia

Norwegia menjadi salah satu negara terbaik yang ramah terhadap ibu menyusui. Norwegia mempunyai cuti untuk para orangtua yang mengasuh anak selama 49 minggu dengan tetap digaji penuh. Ini yang membantu kaum ibu untuk bisa menyusui selama enam bulan atau lebih.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Brazil

Brazil juga masuk ke dalam negara yang berhasil mengkampanyekan betapa pentingnya ASI. Negara itu menjamin bahwa semua bayi harus mendapatkan ASI, sehingga mereka memiliki bank ASI nasional yang terbesar di dunia.

Jepang

Jepang juga masuk ke dalam negara yang ramah dengan ibu menyusui. Di sana, banyak tempat-tempat khusus menyusui yang disediakan pemerintah bagi kaum ibu.

Ruang menyusui gratis biasanya ditemukan di semua tempat, bahkan ada aplikasi untuk membantu kaum ibu menemukan tempat menyusui yang paling nyaman.

 ilustrasi

Filipina

Sempat memiliki tingkat yang rendah, Filipina menggalakkan hukum terkait ibu menyusui. Selama 20 tahun terakhir, negara tersebut secara ketat membatasi pembuat susu formula untuk memasarkan produk, melarang memberikan sampel gratis, beriklan di toko, menawarkan diskon atau membuat saran apa pun yang berbunyi bahwa pengganti lebih disukai daripada ASI. Pelanggar bahkan berisiko didenda, dicabut izinnya atau hukuman penjara

Inggris

Tingkat menyusui di Inggris menurun tajam selama minggu-minggu pertama setelah kelahiran. Dalam survei tahun 2010, 81 persen ibu di Inggris menyusui bayi mereka, tetapi hanya 34 persen dan 0,5 persen yang menyusui pada 6 dan 12 bulan. Terendah di Eropa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini