Share

10 Warisan Budaya Indonesia yang Terancam Punah, Yuk Lestarikan!

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 406 2620322 10-warisan-budaya-indonesia-yang-terancam-punah-yuk-lestarikan-IO9r5UlQ7T.jpg Tari Merawai asal Pulau Lipan, Lingga, Kepulauan Riau salah satu budaya Indonesia yang terancam punah (Foto Dinas Kebudayaan Lingga)

TERDAPAT 10 warisan budaya Indonesia yang terancam punah. Indonesia termasuk negara yang kaya akan keanekaragaman, baik itu sumber daya alamnya maupun kebudayaannya.

Setiap wilayah di Indonesia memiliki kebudayaan yang unik dan tak dimiliki tempat lain. Tak sedikit warisan budaya menjadi ciri khas dan cerminan dari suatu daerah di Indonesia.

Namun, sayangnya, saat ini banyak warisan budaya Indonesia yang terancam punah. Sebab, warisan budaya tersebut luntur dimakan perkembangan zaman yang semakin canggih dan maju.

Lantas, apa saja warisan budaya Indonesia yang terancam punah? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.

10 Warisan Budaya Indonesia yang Terancam Punah

Berikut ini 10 warisan budaya Indonesia yang terancam punah.

1. Talempong Unggan-Sumatera Barat

Talempong Unggan adalah alat perkusi yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Bentuk alat musik tradisional Minangkabau ini mirip dengan bonang.

Dahulu setiap talempong unggan tampil, jumlah penontonnya sangat banyak. Sayangnya, sekarang, pertunjukan talempong unggan semakin berkurang dan sepi peminat.

2. Ronggeng Ketuk-Jawa Barat

Ronggeng ketuk disebut juga dengan tarik tulis tilu. Tarian tradisional ini berasal dari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tari Ronggeng Ketuk umumnya dipertunjukkan untuk upacara adat desa seperti upacara Ngarot, bersih desa, mapag sri, dan lain-lain.

Bentuk pertunjukan dari tari tradisional ini adalah terdapat penari wanita yang tampil dengan didampingi oleh penari pria. Warisan budaya ini saat pertunjukan diiringi instrumen tradisional berupa cemplon atau ketuk yang terdiri dari 3 buah instrumen-instrumen yang lainnya seperti rebab, kendhang sabet, tipung 3, ketuk, suling, gong, kecrek, dan suling.

3. Topeng Menor-Jawa Barat

Topeng menor merupakan kesenian berbentuk tarian yang berasal dari kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Para penari saat tampil akan menggunakan sebuah topeng berwarna putih yang dihiasi dengan sejenis tali yang diikatkan pada dahi. Topeng yang digunakan umumnya berbentuk wajah sedang tertawa.

4. Wayang Kulit-Jawa Tengah dan Jawa Timur

Wayang kulit adalah sebuah pertunjukan drama dengan boneka dari kulit. Pagelaran wayang kulit dapat dikatakan sebagai kesenian tradisional yang paripurna sebab didalamnya terkandung seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang.

BACA JUGA:4 Penyebab Wayang Terancam Punah di Indonesia, Yuk Lestarikan Warisan Budaya Bangsa! 

Pertunjukan wayang kulit umumnya dimainkan oleh satu dalang atau lebih. Dalang bertugas untuk membuat seolah wayang tersebut berbicara.

ilustrasi

Wayang kulit

5. Tari Gandai-Bengkulu

Tari gandai merupakan warisan budaya Indonesia yang berasal dari Bengkulu. Tarian ini biasanya ditampilkan ketika sebuah perkawinan berlangsung. Tarian ini berbentuk pasangan yang diiringi oleh alat musik bernama serunai.

6. Ngaguyah Hujan-Jawa Barat

Ngaguyah hujan merupakan tarian dari daerah Jawa Barat yang digunakan untuk memanggil hujan. Ngaguyah hujan umumnya ditampilkan ketika ada ritual memanggil hujan. Sayangnya, sekarang hanya sedikit orang yang mengetahui tata cara menjalankan ngaguyah hujan.

7. Sisingaan-Jawa Barat

Sisingaan adalah seni tradisional yang berasal dari daerah Subang, Jawa Barat. Warisan budaya satu ini dikenal dengan sebutan Gotong Singa atau Odong-odong.

Saat ini, kesenian ini dimainkan untuk acara-acara khusus seperti acara menerima tamu kehormatan, acara khitanan anak, acara hari-hari besar dan sebagainya.

8. Keni-Gayo Aceh

Keni termasuk salah satu karya masyarakat dataran tinggi Gayo di Provinsi Aceh yang terbuat dari tanah liat. Keni sudah dikenal masyarakat Gayo sejak zaman prasejarah dan dibuktikan dengan penemuan peradaban manusia di tepi Danau Lut Tawar.

Hanya saja, keberadaan keni, sudah sangat jarang ditemukan. Keni dalam bahasa Gayo artinya kendi atau gerabah.

ilustrasi

9. Tari Reog-Jawa Timur

Tari Reog adalah tari tradisional yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tari ini dilakukan secara massal dengan tokoh lakon yang menampilkan struktur cerita yang mengiringi proses tari.

Umumnya, masyarakat Ponorogo dan sekitarnya akan mementaskan Tari Reog setiap malam satu suro dan malam bulan purnama. Namun, seiring perkembangan zaman, Tari Reog juga digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu besar, sehingga tidak hanya ditampilkan untuk ritual adat saja.

10. Tari Merawai-Kepulauan Riau

Merawai termasuk tari tradisional yang berasal dari Pulau Lipan, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Tari Merawai umumnya dipertunjukkan sebagai hiburan untuk mengisi waktu senggang.

Sayangnya, tarian ini sudah hampir punah, sebab masyarakat sudah jarang menampilkannya lantaran tergeser teknologi serta musik modern.

Demikian 10 warisan budaya Indonesia yang terancam punah. Alangkah baiknya jika kebudayaan tersebut terus dilestarikan agar tak tergerus perkembangan zaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini