Share

5 Tradisi Unik Suku-Suku di Indonesia Ketika Meminta Hujan, Ada yang Saling Cambuk

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 406 2620583 5-tradisi-unik-suku-suku-di-indonesia-ketika-meminta-hujan-ada-yang-saling-cambuk-kvfwfFJ6Vl.jpg Ritual cambuk badan tiban untuk minta hujan di Jawa Timur (Foto ANTARA)

TERDAPAT 5 tradisi unik suku-suku di Indonesia ketika meminta hujan. Indonesia termasuk negara yang kaya akan keanekaragaman, baik sumber daya alam maupun kebudayaannya.

Di Indonesia terdapat 1.340 suku bangsa menurut sensus Badan Pusat Statistik pada tahun 2010. Tak heran jika negara Indonesia memiliki kebudayaan yang beraneka ragam dan unik.

Setiap suku di Indonesia, umumnya memiliki tradisi unik yang sudah ada sejak dulu. Tak sedikit pula tradisi tersebut masih dilestarikan hingga kini. Salah satu tradisi unik yang kerap dilakukan adalah tradisi meminta hujan.

Lantas, apa saja tradisi unik suku-suku di Indonesia ketika meminta hujan? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.

5 Tradisi Unik Suku-suku di Indonesia Ketika Meminta Hujan

Mengutip laman kemenkopmk.go.id, berikut ini 5 tradisi unik suku-suku di Indonesia saat meminta hujan

1. Tradisi Ojung, Suku Tengger-Malang

Setiap akhir musim kemarau yang panjang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, warga berkumpul untuk menyaksikan ritual Ojung. Ritual ini umum dilakukan suku Tengger sebagai permohonan untuk memanggil hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

ilustrasi

Tradisi ojung

Saat ritual ojung, dua orang pria berhadapan dengan bertelanjang dada sambil menggenggam erat sebatang rotan. Seperti pertarungan pada umumnya dipimpin oleh seorang wasit. Tradisi ini juga dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.

2. Tradisi Cowongan, Suku Jawa-Banyumas

Di Desa Plana, Kec. Somagede Kab. Banyumas, Jawa Tengah terdapat tradisi unik. Ritual memanggil hujan ini hanya boleh ditarikan oleh 10 perempuan. Para pelaku cowongan umumnya memaknai cowongan sebagai simbol permohonan dan bukti pengabdian mereka terhadap peninggalan budaya para leluhur.

Cowongan memiliki arti belepotan pada wajah, dengan media boneka yang dirasuki bidadari yang dipercaya dapat memanggil hujan. Boneka ini hanya boleh dipegang oleh kaum lelaki. Umumnya ritual ini dilaksanakan mulai pada akhir masa kapat dalam hitungan dalam kalender jawa atau sekitar bulan September.

3. Tarian Suling Dewa, Suku Bayan, Lombok Utara

Suling dewa termasuk salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum acara berlangsung, masyarakat suku Bayan terlebih dahulu menentukan hari, waktu, dan tempat yang dinilai baik untuk melaksanakan ritual tersebut.

Selain itu, masyarakat Bayan juga menyiapkan sesaji yang berupa kembang, makanan dan kapur sirih. Kapur sirih menjadi komponen yang paling penting dan dipercaya dapat mendatangkan hujan.

4. Tradisi Cambuk Badan Tiban, Suku Jawa-Tulungagung

Ritual cambuk badan tiban termasuk tradisi warisan raja Kediri yang terus dilestarikan oleh warga desa Trajak, Boyolali, Tulungagung, Jawa Timur. Kala kemarau panjang melanda, warga mulai kesulitan untuk mendapatkan air, maka tradisi ini dilakukan oleh pria dewasa.

Sama halnya dengan tradisi suku Tengger, para pria dengan bertelanjang dada, satu lawan satu, saling cambuk tubuh mereka di tengah lapang. Darah yang keluar akibat cambukan dipercaya dapat mendatangkan hujan.

ilustrasi

5. Tari Gundala-Gundala, Suku Batak Karo-Sumatera Utara

Tari gundala-gundala disebut juga tari Gundala Karo yang termasuk tari berasal dari Kabupaten Karo yang terletak di kawasan Bukit Barisan, Sumatera Utara.

Tarian ini disajikan saat warga Karo mengalami kemarau panjang untuk memanggil hujan atau dalam bahasa batak di sebut Ndilo Wari Udan. Para penari Gundala mengenakan kostum dengan pakaian seperti jubah dan topeng yang terbuat dari kayu.

Demikian 5 tradisi unik suku-suku di Indonesia yang perlu dilestarikan. (sal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini