Share

Keterlibatan Milenial Ciptakan Destinasi Wisata Budaya Baru di Labuan Bajo

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 406 2620953 keterlibatan-milenial-ciptakan-destinasi-wisata-budaya-baru-di-labuan-bajo-B9ANolbRMW.JPG Atraksi Sanggar Kope Oles Todo Kongkol di Labuan Bajo, NTT (Foto: BPLOBF)

LABUAN Bajo kini punya destinasi wisata baru berbasis budaya yang melibatkan partisipasi hampir semua kalangan masyarakat di Kampung Kaper, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo. Letaknya sangat strategis, di pinggir jalan Trans Flores, hanya berjarak sekitar 2,4 KM dari pusat kota Labuan Bajo.

Destinasi itu bernama Sanggar Kope Oles Todo Kongkol. Dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat, bersama Tua Golo Kaper, Direktur Utama BPOLBF, Ketua DPRD Mabar, dan Kadispar Mabar, warga Kaper melaksanakan peresmian sekaligus peluncurannya di halaman Rumah Adat Mbaru Gendang Kaper, Desa Golo Bilas pada Sabtu (25/06/2022) lalu.

Acara tersebut menampilkan berbagai atraksi budaya, mulai dari tarian adat seperti tarian caci (tari perang orang Manggarai), permainan khas orang manggarai (rangkuk alu), tarian dan nyanyian melingkar (Danding), hingga tarian kontemporer kreasi anak muda.

Selain tarian, berbagai produk UMKM yang dihasilkan warga Desa Golo Bilas pun turut dihadirkan dalam kesempatan ini. Antara lain, Topi Rea (peci anyam), tenun manggarai, minuman herbal, nasi khas manggarai (Nasi Kolo), coconut palm sugar, virgin coconut oil, kopi manggarai, dan camilan olahan lokal serta ragam kuliner lainnya.

Infografis Pulau Wajib Dikunjungi di Labuan Bajo

Dalam pidato pembukaan sekaligus peresmiannya, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes. berharap kehadiran Sanggar Kope Oles Todo Kongkol ini dapat semakin melestarikan budaya Manggarai. Salah satunya dengan pariwisata, yang menurutnya dapat menjadi jalan untuk merawat nilai budaya Manggarai.

"Perkembangan pariwisata boleh pesat, tapi tidak boleh meruntuhkan atau menghilangkan atau menggerus nilai-nilai budaya yang sudah ada, bertumbuh, berkembang, dan hidup di tengah masyarakat,” ujar Wabup Mabar, dikutip dari keterangan pers yang diterima MNC Portal Indonesia.

Lebih lanjut, dr. Yulianus mengatakan, Sanggar Kope Oles Todo Kongkol ini merupakan bukti nyata bagaimana mayarakat menyambut Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Hal ini tentunya dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya.

“Selamat atas diresmikannya Sanggar Budaya Kope Oles Todo Kongkol!” seru dr. Yulianus.

Direktur Utama BPOLBF (Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores), Shana Fatina dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, masyarakat Kaper pada dasarnya sudah memiliki jiwa hospitality. Dan dengan sedikit dorongan, maka semuanya dapat dikemas dengan baik.

Hal ini ia sampaikan berdasarkan hasil dari beberapa kolaborasi dan pertemuan yang telah dilakukan BPOLBF bersama masyarakat Desa Golo Bilas sebelumnya. Keterlibatan anak-anak muda dalam Sanggar Kope Oles Todo Kongkol, menurut Shana, adalah bukti bahwa apa yang sudah dan telah dirintis oleh Desa akan terus dilestarikan.

“Sudah ada tamu juga yang datang, bahkan ada yang ikut berlatih memainkan gendang sampai pagi. Jadi pada dasarnya, hospitality atau kemampuan untuk melayani, berkolaborasi, dan keterbukaan masyarakat Kaper sudah sangat luar biasa, terutama keterlibatan anak muda yang kita semua bisa lihat hari ini," ujar Shana.

Sementara itu, Ketua Sanggar Kope Oles Todo Kongkol, Adrianus Taur mengatakan, sanggar yang ia pimpin adalah tanda persatuan seluruh masyarakat Kaper untuk melestarikan budaya di DPSP Labuan Bajo. Kehadiran Sanggar Kope Oles Todo Kongkol ini, kata Adrianus, merupakan bentuk kerinduannya sekaligus upaya untuk melestarikan dan belajar budaya, sehingga bisa dengan mudah diwariskan kepada generasi selanjutnya.

“Dan untuk siapa saja, wisatawan maupun masyarakat yang ingin ikut melestarikan budaya Manggarai bisa datang ke Rumah Gendang setiap malam minggu untuk melihat dan bisa turut serta berlatih bersama kami,” kata Andrianus.

Kegiatan peresmian ini ditandai dengan dibunyikannya Gong oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, lalu dilanjutkan dengan pementasan Caci, mengunjungi lapak UMKM di sekitar Mbaru Gendang Kaper, menarikan Danding, Ndundu Ndake, dan atraksi lain yang sarat akan kekayaan budaya Manggarai.

Kegiatan ini juga pertama-tama dibuka dengan ritus adat Ronda (perarakan rombongan Caci) dan ritus adat Tiba Meka (penerimaan tamu) di dalam rumah adat.

Tak hanya itu saja, sebagai bentuk dukungan terhadap kearifan lokal, pada 20 Mei 2022 lalu, BPOLBF menyerahkan beberapa perangkat budaya berupa gong dan gendang kepada Warga Kaper dengan tujuan agar misi warga kaper untuk terus melestarikan budaya dapat terlaksana.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini