Share

3 Destinasi Wisata di Indonesia yang Kental dengan Cerita Legenda Terkait Alam

Almas Taqiyya, Jurnalis · Sabtu 02 Juli 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 406 2621292 3-destinasi-wisata-di-indonesia-yang-kental-dengan-cerita-legenda-terkait-alam-WudhjnEhSX.jpg Kawah Ijen di Banyuwangi (Instagram @kawahijenindonesia)

TIDAK bisa dipungkiri bahwa Indonesia memiliki beragam budaya warisan leluhur. Mulai dari budaya tarian, kuliner, hingga cerita daerah yang dikisahkan turun-temurun. Cerita daerah tersebut memiliki makna dan hikmah yang dapat dipetik oleh pendengarnya. Berikut cerita daerah Indonesia yang berhubungan dengan alam.

Banyuwangi

Banyuwangi terletak di ujung timur Pulau Jawa. Dijuluki juga sebagai Kota Osing, Banyuwangi memiliki sejumlah wisata alam yang indah dan otentik. Sebut saja Kawah Ijen yang terkenal dengan blue fire-nya hingga Pantai Batu yang cantik.

Selain wisata alam yang indah, nama Banyuwangi rupanya memiliki asal-usul yang unik. Berasal dari kata ‘banyu’ yang berarti air dan ‘wangi’ yang berarti wangi. Ketika keduanya digabungkan, maknanya adalah air yang wangi.

ilustrasi

Blue fire Kawah Ijen (Freepik)

Nama ini berasal dari kisah Surati, seorang putri Kerajaan Klungkung yang dituduh berselingkuh oleh suaminya sendiri, Raden Banterang. Merasa putus asa, akhirnya Surati bersumpah akan menceburkan diri ke sebuah sungai untuk membuktikan kebenarannya.

Apabila air sungai menjadi bening dan harum baunya, berarti Surati tidak bersalah. Sebaliknya, jika sungai tetap keruh dan bau busuk, berarti Surati bersalah.

Akhirnya putri cantik itu menceburkan diri dan air sungai menjadi bening serta harum, menandakan Surati yang tidak bersalah. Kisah ini menjadi cerita rakyat asal-usul Banyuwangi, Jawa Timur.

Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu, Jawa Barat jadi tempat wisata favorit terutama bagi masyarakat Bandung dan Subang. Selain pemandangannya yang indah, Tangkuban Perahu juga menyimpan kisah yang menarik. Singkatnya, dikisahkan bahwa Tangkuban Perahu tercipta akibat kemarahan Sangkuriang yang tidak bisa memperistri Dayang Sumbi.

Awalnya kedua insan tersebut memang berencana akan menikah, namun Dayang Sumbi baru mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anak kandungnya sendiri. Maka dengan segala cara, Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahan tersebut dengan meminta syarat yang berat kepada Sangkuriang.

Syarat tersebut adalah Sangkuriang harus membangun danau yang terbuat dari bendungan Sungai Citarum, dan ada perahu besar di tengah danau tersebut. Semuanya harus selesai dalam waktu satu malam.

ilustrasi

Tangkuban Perahu

Sangkuriang yang sakti mandraguna meminta bantuan pasukan makhluk halus untuk membangun danau dan perahu. Dayang Sumbi mulai panik karena Sangkuriang hampir berhasil menyelesaikan syarat yang diajukannya.

Ia langsung memaksa ayam untuk berkokok lebih dulu dan membentangkan boeh rarang (kain putih hasil tenunan), menandakan hari sudah berganti. Dengan ini, Sangkuriang gagal mempersunting Dayang Sumbi dan akhirnya melempar perahu besar buatannya.

Perahu tersebut terpental dan jatuh tertelungkup sehingga membentuk Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu sendiri berarti perahu yang tertangkub atau tertelungkup.

Danau Toba

Danau Toba dinobatkan sebagai danau terbesar nomor 3 di Asia Tenggara, setelah Danau Kaspia dan Danau Baikal. Di balik indahnya Danau Toba tersimpan juga kisah unik seorang petani bernama Toba.

Toba merupakan petani yang di suatu waktu hendak membersihkan ikan hasil tangkapannya. Betapa terkejutnya ia ketika ikan tersebut berubah menjadi sosok putri cantik.

Karena telah terbebas dari kutukan, putri tersebut bersedia untuk menjadi istri Toba dengan syarat, jangan pernah memberitahu asal-usulnya kepada orang.

Mereka pun menikah dan mempunyai anak bernama Samosir. Samosir tumbuh menjadi anak yang memiliki nafsu makan tinggi. Pada suatu hari, Samosir diminta ibunya untuk mengantarkan bekal untuk Toba yang sedang bekerja di sawah.

ilustrasi

Samosir menurutinya, namun di tengah jalan ia malah memakan bekal ayahnya dan sampai dengan bekal yang kosong. Akibatnya, Toba marah kepada Samosir karena telah menghabiskan bekalnya.

Toba lantas mengumpat bahwa Samosir merupakan anak dari jelmaan ikan. Karena melanggar syarat yang diberikan istrinya, keluarlah semburan mata air yang membentuk sebuah danau yang kini disebut sebagai Danau Toba.

Adapun pulau kecil di tengahnya diberi nama Pulau Samosir untuk mengenang sang anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini