Share

Mengenal Wanita Tangguh Penjaga 2 Masjid Suci, Pandai Bela Diri hingga Gunakan Senjata Api

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 549 2620938 mengenal-wanita-tangguh-penjaga-2-masjid-suci-pandai-bela-diri-hingga-gunakan-senjata-api-JA9uZzKWYU.JPG Petugas keamanan wanita di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi (Foto: Twitter/@hsharifain)

SELAMA musim haji, eksistensi petugas keamanan wanita yang dikerahkan pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk melayani para jamaah di dua kota suci menjadi hal yang selalu menarik perhatian.

Ya, keberadaan petugas keamanan wanita khususnya di Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah terbilang langka apalagi selama ini Arab Saudi dikenal dengan negara Islam berhaluan konservatif.

Terdapat ratusan petugas keamanan yang dikerahkan di Makkah dan Madinah. Mereka bertugas mengamankan sekaligus memandu jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Keberadaan mereka jelas merupakan pencapaian luar biasa dari visi Kerajaan Arab Saudi 2030.

Melansir laman bpkh.go.id, ada 113 petugas keamanan wanita di Masjid Nabawi yang telah bertugas sejak enam bulan lalu. Petugas keamanan wanita itu adalah satuan cabang keamanan dalam dari Pasukan Khusus Keamanan Arab Saudi.

Para 'srikandi' tangguh ini terbagi menjadi empat tim, setiap tim terdiri sekitar 18 orang. Mereka pun menjalankan tugasnya sepanjang waktu.

Petugas Keamanan Wanita di Masjidil Haram

(Foto: Twitter/@hsharifain)

Direktur Kepolisian Madinah, Mayor Jenderal Abdul Rahman Al Mashhan menjelaskan, tugas pokok petugas keamanan wanita itu tak lain adalah mengawasi dan membantu jamaah umrah di dua kota suci.

Mereka mengenakan seragam moka, baret hitam, dan cadar. Senantiasa membimbing dan membantu jamaah wanita dalam menerapkan protokol Covid-19.

Kepercayaan diri tinggi terpancar jelas dari diri mereka. Apalagi, para wanita tangguh ini selain dibekali kemampuan ilmu bela diri, pertolongan pertama, juga sangat piawai menggunakan senjata api alias senpi.

Sebelum bertugas, mereka menjalani kursus bahasa Arab dan Inggris untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka, pendidikan komputer, dan kebugaran.

Salah seorang petugas keamanan wanita adalah Hanan Al Rashidi yang berusia 27 tahun. Ia telah delapan bulan bertugas. Ia sangat bangga menjalankan pekerjaannya karena baginya itu adalah bentuk pelayanan kemanusiaan.

“Saya sangat gembira. Merupakan suatu kehormatan untuk bekerja di Masjid Nabawi dan melayani para tamu Allah,” ungkap Al Rashidi mengutip laman Arab News.

Hal senada dikatakan Reem AlMahjoob, yang ditempatkan di Madinah. Menurut Al-Mahjoob, visi pemerintah kerajaan Arab Saudi yang memberdayakan wanita untuk mengambil peran di bidang militer, penerbangan, dan pemerintahan patut diapresiasi.

“Ini adalah era perempuan. Wanita sekarang dapat bergabung dengan militer di antara banyak sektor lain yang selalu ingin mereka masuki,” ungkap dia.

Sekadar informasi, penempatan perwira wanita di dua kota suci ialah salah satu dari banyak perubahan luar biasa yang telah disaksikan Arab Saudi sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman meluncurkan rencana Visi 2030 pada April 2016. Pemberdayaan perempuan, termasuk inklusi ekonomi dan partisipasi angkatan kerja, adalah salah satu tujuan utama dari program Visi 2030.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini