Share

Nikmatnya Pemandangan Alam Bandung Purba di Sanghyang Heuleut Cipatat KBB

Adi Haryanto, Jurnalis · Sabtu 02 Juli 2022 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 406 2621675 nikmatnya-pemandangan-alam-bandung-purba-di-sanghyang-heuleut-cipatat-kbb-LcmRiDC3FM.jpg Destinasi Wisata Sanghyang Heuleut (MPI/Adi)

KEINDAHAN destinasi wisata alam Sanghyang Heuleut di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak kalah dengan destinasi lain. Objek wisata outdoor ini menawarkan suasana alam Bandung purba yang masih alami. Namun sejak pandemi melanda selama dua tahun, objek wisata ini sepi pengunjung.

Bahkan sampai saat ini, kunjungan wisatawan ke Sanghyang Heuleut belum ramai. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab angka kunjungan wisatawan ke objek wisata ini masih rendah.

"Sekarang kunjungan wisatawan belum mengalami peningkatan signifikan, walaupun sudah ada kelonggaran dari pemerintah dengan carrying capacity 100 persen," kata Pengelola Lapangan Objek Wisata Sanghyang Heuleut Agus Darmawan.

infografis

Agus Darmawan menyatakan kunjungan wisatawan ke Sanghyang Heuleut seperti kondisi normal disebabkan beberapa faktor. Mulai dari orientasi minat wisatawan, promosi wisata, aksesibilitas, dan khusus wisata outdoor serta adventure, sangat bergantung kepada faktor cuaca.

Sanghyang Heuleut sering diguyur hujan sehingga angka kunjungan menurun. Sebab lokasi wisata yang menantang dan curam ini tidak nyaman jika ditempuh saat hujan.

Selain itu, saat hujan turun kualitas air juga jadi berubah.

"Jika musim hujan, kondisi air di sini keruh karena ada kiriman air dari daerah atas (hulu). Tapi kalau musim kemarau airnya jernih," ujarnya.

Kunjungan saat ini baik dibanding hari biasa namun belum bisa menyamai angka kunjungan wisatawan sebelum pandemi Covid-19. Selama liburan sekolah ini rata-rata kunjungan 80 orang per hari atau naik 30 persen dibanding hari biasa.

Jumlah itu dinilai belum optimal jika dibanding kunjungan sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 1.000 orang pada hari libur dan 300 orang saat hari biasa.

"Ya kami senang saat ini sudah ada pelonggaran PPKM Level 1. Tapi dari sisi pemulihan, wisata belum benar-benar pulih," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini