Share

3 Gereja di Indonesia Bersejarah, Ada yang Berdiri Sejak Ribuan Tahun Lalu

Almas Taqiyya, Jurnalis · Sabtu 02 Juli 2022 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 408 2621707 3-gereja-di-indonesia-bersejarah-ada-yang-berdiri-sejak-ribuan-tahun-lalu-76bqNGnMq2.jpg Gereja Blenduk (dok DPAD Yogyakarta)

GEREJA menjadi salah satu bangunan yang kerap memiliki arsitektur indah.

Selain dijadikan tempat beribadah, rupanya sejumlah gereja di Indonesia lekat dengan cerita sejarahnya.

Berikut gereja di Indonesia yang bersejarah dirangkum MNC Portal:

Gereja Blenduk

Gereja Blenduk disebut-sebut sebagai gereja Kristen tertua di Jawa Tengah. Terletak di pusat Kota Semarang, Gereja Blenduk sangat menarik perhatian wisatawan karena bangunannya yang tinggi dan memiliki gaya arsitektur Eropa. Gereja ini dibangun oleh warga Belanda yang tinggal di kota itu pada 1753.

Gereja dengan nama asli Gereja GPIB Immanuel ini memiliki sejumlah bagian bangunan yang cantik. Kubahnya besar berlapis perunggu, serta terdapat orgel barok di dalamnya. Gereja bersejarah ini sempat direnovasi pada tahun 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde. Kendati sudah lama dibangun, gereja ini masih berdiri kokoh hingga sekarang dan masih dipergunakan setiap hari Minggu.

 infografis

Gereja Santa Maria de Fatima

Gereja Santa Maria de Fatima ini merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia. Berlokasi di Jalan Kemenangan III, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, gereja ini masih berdiri kokoh dan menjadi tempat peribadatan. Gereja Santa Maria de Fatima mempunyai nama lain Gereja Ricci. Gereja Santa Maria de Fatima dibangun oleh seorang kapten keturunan Tionghoa bermarga Tjioe pada abad ke-1, tepatnya di tahun 1954.

Salah satu keunikan gereja ini adalah arsitektur khas Fukien atau Tiongkok Selatan. Karena arsitektur yang mirip gaya Tiongkok, gereja ini didominasi ornamen berwarna merah, kuning, dan emas.

Gereja Merah

Gereja Merah dibangun pada abad ke-19 menggunakan arsitektur khas Eropa. Gereja yang berlokasi di JalanKDP Slamet No.43, Kediri ini merupakan satu-satunya gereja cagar budaya di Kediri. Rumah ibadah dengan nama Gereja Protestan Barat (GPIB) atau Kerkeeraad Der Protestanche Te Kediri ini dibangun oleh JA Broers.

Uniknya, Gereja Merah tidak berwarna merah pada saat pertama dibangun. Semula rumah ibadah ini berwarna putih gading, namun kemudian dicat dengan warna merah pada saat dipugar pada tahun 2005. Di dalam Gereja Merah terdapat kitab injil kuno berbahasa Belanda yang dibuat tahun 1867. Selain itu, terdapat pula empat buah gelas kuno yang terbuat dari bahan perunggu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini