Share

Mengenal Sejarah dan Fakta Unik Permainan Ular Tangga

Septi Kurnia, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 406 2622319 mengenal-sejarah-dan-fakta-unik-permainan-ular-tangga-d2cGab0lRL.jpg Bermain ular tangga (disdikpora.bulelengkab.go.id)

PERMAINAN ular tangga sudah ada sejak awal abad ke-2 Masehi. Permainan ini berasal dari India dengan nama Gyan Chaupar. Kemudian pada abad ke-13 Masehi, permainan ini mulai diperkenalkan oleh Dnyaneshwar atau dikenal juga sebagai Dnyandev, seorang santo Marathi di India. Permainan ular tangga yang ada saat ini dengan Gyan Chaupar berbeda dalam hal tujuan.

Ular tangga dapat dimainkan oleh dua pemain atau lebih. Setiap pemain memiliki bidak yang akan digunakan sesuai dengan angka dadu yang keluar. Semua pemain memulai dari kotak pertama, jika bidak mendarat di kotak yang ada di ujung tangga, maka pemain diperbolehkan naik ke atas.

Sedangkan jika bidak mendarat di ujung mulut ular, maka pemain harus turun ke kotak bawah lagi. Pemain yang menang adalah pemain yang dapat mencapai kotak paling atas pertama.

 

Jika pada permainan ular tangga modern, tujuannya hanya untuk kesenangan atau kekalahan. Namun pada Gyan Chaupar, permainan ini menjadi media untuk mengajarkan tentang prinsip sebab akibat dari agama Hindu.

Ular melambangkan sifat buruk seperti keserakahan dan hawa nafsu. Sedangkan tangga menggambarkan perbuatan baik yang dapat mengantarkan ke surga. Kotak finish menandakan Tuhan atau surga, tempat mendapatkan kebebasan.

Jumlah tangga biasanya akan lebih sedikit dari ular, karena hal ini mengajarkan bahwa perbuatan baik lebih sulit untuk dilakukan daripada perbuatan buruk.

Tidak hanya di agama Hindu, permainan ini kemudian juga banyak diaplikasikan oleh penganut agama lain, seperti Jain, Islam, dan Buddha. Konsep sebab akibat yang diterapkan di permainan ini dapat menjadi refleksi dan bagian dari pembelajaran agama untuk seseorang.

Papan permainan dari zaman dulu yang masih ada sampai sekarang juga dibuat dengan ilustrasi seni yang menggambarkan sosok manusia, hewan, tumbuhan, dan sebagainya. Papan permainan ini sebelumnya dibuat dari kain yang diwarnai.

 Ilustrasi

Ketika India mulai dikuasai oleh Inggris Raya, permainan Gyan Chaupar berubah nama menjadi permainan ular tangga. Permainan ini juga mulai disebarluaskan ke seluruh dunia pada akhir abad ke-19. Setelah disebarluaskan ini, makna sebab akibat dari ajaran Hindu mulai berkurang.

Selain itu, jumlah ular dan tangga disamaratakan dan ilustrasi diubah menjadi gambar kartun. Pada tahun 1943, permainan ini dikenalkan di Amerika Serikat oleh Milton Bradley dan berubah nama menjadi Chutes and Ladders. Hingga kini, permainan tersebut masih banyak dimainkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini