Share

Wow! Bekas Terminal Bus Ini Disulap Jadi Pusat Kuliner

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 301 2623714 wow-bekas-terminal-bus-ini-disulap-jadi-pusat-kuliner-YhCe44VkVI.JPG Terminal bus di Sukabumi bakal disulap jadi pusat kuliner (Foto: Antara/Aditya A Rohman)

PEMERINTAH Kota Sukabumi, Jawa Barat mengubah bekas Terminal Bus Sudirman menjadi lokasi pariwisata strategis karena berada tepat di pusat kota dan letaknya sangat strategis.

"Pengembangan pariwisata strategis ini merupakan layanan terpadu satu pintu atau one stop service yang mencakup pusat informasi, jajanan, dan oleh-oleh serta event atau kegiatan lainnya," kata Dinas Kepemudaan, Pariwisata, dan Olahraga (Disporapar), Tejo Condro Nugroho, melansir Antara.

Menurut Tejo, pemanfaatan bekas terminal bus ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah, apalagi Kota Sukabumi merupakan salah satu daerah pusat perdagangan, jasa, dan kuliner.

Dengan dikembangkannya bekas terminal bus menjadi lokasi pariwisata strategis, dia berharap bisa menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota.

Kuliner Legendaris di Jakarta

Selain bisa menikmati wisata kuliner, wisatawan juga akan dihibur oleh berbagai pertunjukan. Di samping itu juga bisa dimanfaatkan untuk cari informasi terkait dengan daerah tersebut.

Ia menilai tempat wisata lama yang minim sehingga pihaknya harus melakukan berbagai inovasi untuk menarik minat wisatawan dari luar daerah.

Oleh karenanya, Kota Sukabumi mengambil peran sebagai pendukung pariwisata alam yang kebanyakan berlokasi di Kabupaten Sukabumi.

"Konsep yang akan dikembangkan adalah layanan kepariwisataan seperti meningkatkan wisata kuliner yang akan memunculkan pengalaman bagi para wisatawan," katanya.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Di sisi lain, pihaknya saat ini juga tengah mengembangkan Kawasan Wisata Cipelang Herang. Objek wisata ini diintegrasikan dengan Kelurahan Tematik dan Masyarakat Sadar Wisata (Masata).

Dalam pelaksanaannya, akan melibatkan masyarakat sehingga warga bisa menjaga alam dan juga mendapatkan penghasilan.

"Ditargetkan kawasan ini dibuka pada tahun 2023," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini