Share

13 Jam Menunggu Tanpa Kepastian, Wanita Ini Langsung Lemas saat Tahu Penerbangannya Dibatalkan

Nurul Fitriyah, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 406 2624389 13-jam-menunggu-tanpa-kepastian-wanita-ini-langsung-lemas-saat-tahu-penerbangannya-dibatalkan-kimNXSt5ak.JPG Ilustrasi (Foto: Vueling Handout)

SEORANG wanita dari London Selatan, Inggris menceritakan pengalaman pahitnya saat menunggu sampai 13 jam lamanya di Bandara Gatwick. Ia pun langsung lemas dan frustrasi begitu mendengar pengumuman jika penerbangannya pada 30 Juni 2022 lalu dibatalkan tanpa alasan yang jelas.

Monique Adams mengalami penantian membosankan selama belasan jam, dengan proses yang berbelit-belit sebelum akhirnya diberitahu bahwa tidak ada ruang di pesawat pengganti. Ia pun memutuskan untuk pulang.

Wanita berusia 53 tahun itu mengaku sangat ingin menangis dan benar-benar frustrasi. Dirinya terpaksa kembali ke rumah tanpa membawa barang bawaannya.

Monique dari Tooting, tiba di Gatwick pada pukul 10.00 waktu setempat, hampir tiga jam sebelum penerbangannya pada pukul 12.55 siang dengan maskapai penerbangan Spanyol Vueling.

Monique ingin menuju ke Barcelona untuk perjalanan bisnis, di mana dia seharusnya menghadiri kongres ilmiah untuk perusahaan sains kehidupan Spanyol tempat dia bekerja. Tapi ketika dia tiba di Gatwick dia khawatir bahwa hari ini bukan seperti hari biasa di bandara.

Infografis Fakta Unik Tentang Pesawat

Hari itu bandara dipenuhi orang-orang ramai, seperti berkerumun untuk meilhat Elton John atau Paul Mc Cartney di Wembley, rasanya seperti itu. Semua orang mencoba masuk ke dalam sebuah tempat dipenuhi oleh ketegangan yang nyata, bukan perasaan yang menyenangkan.

Meski check-in dan keamanan memakan waktu sekitar satu jam, tampaknya semua terlihat lancar saat Monique dipanggil untuk naik ke penerbangannya, sekitar pukul 12.30. Tetapi ketika dia dan penumpang lain mulai menuruni jalan untuk naik ke pesawat mereka, mereka dipukul dengan pukulan palu.

"Hanya beberapa menit sebelum penerbangan akan lepas landas, kami semua dikirim ke jalan untuk naik ke pesawat seperti biasa dan kemudian tiba-tiba kami diberitahu bahwa kami harus turun. Itu sekitar pukul 12.30," kata Monique mengawali cerita.

"Setelah itu kami hanya menunggu dan tidak ada pembaruan sampai hampir satu jam, kemudian mereka memberi tahu kami bahwa terdapat masalah mekanis dan pengisian bahan bakar, penerbangan ditunda dan kami akan segera berangkat setelah diperbaiki. Pada jam 2 siang, orang-orang menjadi gelisah dan ada beberapa keluarga muda dengan bayi dan balita yang mulai gelisah dan lusuh," bebernya, seperti dikutip dari MyLondon.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Saat menunjukkan pukul 15.00, penerbangan akhirnya dibatalkan, dengan beberapa penumpang yang marah menuntut jawaban. Monique mengingat alasan yang diberikan berbeda dari masalah awal dengan pihak maskapai.

Mereka mengatakan; "Masih ada beberapa masalah lain dengan beberapa kursi di pesawat, jaket pelampung di bawah kursi dan paket oksigen tidak keluar jadi itu adalah masalah keamanan dan kami tidak bisa lepas landas sampai itu diperbaiki,” terangnya.

Beberapa penumpang kemudian protes mengapa alasannya tidak sinkron dengan alasan di awal. Pihak maskapai lantas hanya menjawab enteng; “Segera setelah masalah teratasi, kami dapat mencoba membawa Anda ke penerbangan lain," kata Monique menirukan perkataan kru kabin.

Monique dan penumpang lainnya lalu menunggu tiga jam lagi sampai mereka diberitahu kapan penerbangan baru dilakukan. Selanjutnya, sekitar pukul 19.30 mereka diberi kabar akan dialihkan ke penerbangan berikutnya pukul 22.00, namun lagi-lagi menemui kendala.

"Untuk melakukan ini, itu berarti kami harus meninggalkan terminal, mengambil kembali barang bawaan kami dari sabuk dan melewati pemeriksaan paspor seolah-olah kami akan sudah kembali dari perjalanan, dan kemudian berjalan di sekitar terminal dan check-in lagi. Dan semua itu sangat kacau,” keluhnya.

Alhasil, Monique memutuskan pulang dengan perasaan galau berat tanpa membawa kembali barang bawaannya ke rumah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini